Erzaldi Minta Ada Alokasi Khusus Bagi Anak Yatim dan Hafidz di Prodi Kedokteran UBB

ADVERTORIAL    •    Sabtu, 16 Oktober 2021 | 14:50 WIB
Lokal
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi  Rosman.(ist)
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman berharap kehadiran Prodi Pendidikan Kedokteran Univeristas Bangka Belitung (UBB) nantinya menjadi sarana pembelajaran yang berkualitas, sehingga mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya. Dengan begitu, juga akan melahirkan dokter-dokter muda yang andal, dan mampu memberikan kontribusi kepada daerah.

"Ketika kita ingin menjadikan Prodi Pendidikan Kedokteran yang bermutu, dalam seleksi betul-betul harus diseleksi dengan benar dan baik sesuai ketentuan berlaku. Hindari hal-hal titip-menitip," kata Erzaldi saat membuka kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Calon Dosen Prodi Pendidikan Kedokteran UBB, di Soll Marina, Jumat (15/10/2021).

Ia khawatir, jika tidak dikelola dengan baik dan terkesan asal-asalan dalam penerimaan mahasiswa baru, akan berdampak kepada kualitas prodi tersebut. Sehingga katanya, menghambat perkembangan prodi yang ditargetkan akan menjadi fakultas tersendiri. Diketahui, Prodi Pendidikan Kedokteran UBB nantinya masih di bawah Fakultas Teknik.

 "Jangan sampai nanti kita baru saja mendirikan dan menerima mahasiswanya, kalau mahasiswanya asal pilih, ini akan berimbas kepada mutu yang akan membuat perkembangan Prodi Kedokteran ini jadi sulit nantinya. Saya harap kita komitmen untuk hal ini," ungkapnya.

"Saya yakin rektor dan kita semua akan paham, dan Insya Allah akan melakukan ini. Saya yakin, rektor akan mengedepankan hal  ini. Kita ingin para dokter yang kuliah di UBB betul-betul tidak saja kuliah, tetapi membantu percepatan akreditasi Prodi Kedokteran ini jadi lebih baik lagi," imbuh Erzaldi.

Erzaldi memberikan pesan khusus kepada jajaran UBB untuk memperhatikan para mahasiswa dari golongan tertentu.

"Khusus untuk yatim yang pintar, juga kita utamakan hafidz, alokasikan berapa," ujar Erzaldi.

Erzaldi juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri), seperti Dekan FK Unsri dr. Syarif Husin bersama 6 orang lainnya yang telah melakukan pembinaan kepada 40 calon Dosen Prodi Pendidikan Kedokteran.

Dekan Fakultas Kedokteran Unsri, dr Syarif Husin, mengungkapkan jika perkuliahan ilmu kedokteran tidak semahal yang kerap didengungkan selama ini. Ia menegaskan jika anak-anak yang tidak mampu tetap bisa berkuliah di Fakultas Kedokteran, dan sesuai kondisi orang tua.

"Kuliah kedokteran terkenal mahal, saya bilang tidak. Sebenarnya pembiayaan di kedokteran itu ada degreenya. Dikatakan mahal tidak semuanya, karena melihat tingkat UKT-nya berdasarkan SK Menkeu. Kuliahnya pun tidak lama 3,5 tambah 2 tahun, dan mayoritas selesainya on the track. Dan itu poin untuk akreditasi, makin banyak anak-anak tepat waktu, akreditasinya akan melejit," tukasnya.(adv/*)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE