Harga Timah Rekor Lagi

Tim_Wow    •    Sabtu, 16 Oktober 2021 | 16:59 WIB
Ekonomi
Ilustrasi.(dok)
Ilustrasi.(dok)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Sebagian harga logam menutup akhir pekan dengan kenaikan. Termasuk harga timah yang kembali mencatat kenaikan sekaligus membuat rekor baru harga tertinggi.

Timah untuk tiga bulan di London Metal Exchange (LME) pada penutupan Jumat (15/10/2021) sore  37.500  Dolar AS per metrik ton naik 1,9% dari harga sehari sebelumnya. Kenaikan harga timah sekaligus membuat rekor baru yang dibuat pada Kamis (14/19/2021) yaitu 37.248 Dolar AS per metrik ton.

Pasokan barang yang ketat di pasar telah memicu kenaikan harga logam, termasuk timah. Tidak saja di Pasar London,  jumlah stok timah yang menipis di Shanghai Futures Exchange ( SHFE) juga mendorong kenaikan harga timah. Pada penutupan pasar kemarin timah untuk Nopember di Shanghai naik lebih tinggi 2,16% atau 5.930 Yuan per metrik ton ada 280.920 Yuan per metrik ton, dengan open interest turun 1.231 lot menjadi 26.443 lot.

"Semua logam nonferrous Shanghai ditutup di teritori positif dengan kenaikan signifikan dilatarbelakangi krisis energi global yang menyebabkan harga bahan baku melonjak," kata analis Shanghai Metals Market (SMM) dalam laporan petangnya, Jumat (15/10/2021).

Secara fundamental, permintaan dan penawaran pasar terhadap timah  masih lemah. Kebijakan penjatahan listrik lanjutan kemungkinan akan menjadi faktor utama yang mempengaruhi penawaran dan permintaan karena musim dingin akan datang.  

Harga timah tertinggi juga dicatat di  Bursa Komoditas Derevatif Indonesia (BKDI). Harga timah di BKDI sebesar US$37.760 per metrik ton di atas harga timah tertinggi  sepanjang masa yang dicapai di Pasar London Metal Exchange (LME) kemarin, Kamis (14/10/2021).

"BKDI kembali mencatatkan harga timah tertinggi memasuki triwulan IV (Q4) 2021 sebesar USD37.760 per metrik ton. Katalisator yang mempengaruhi kenaikan harga timah antara lain pelonggaran kasus Covid-19 yang mendorong pemulihan ekonomi global yang memicu bangkitnya aktivitas industri dan manufaktur," kata  Kepala Logistik BKDI, Bambang Setioso dalam keterangan pers tertulisnya, Jumat (15/10/2021).

Sebagai komoditas yang banyak diaplikasikan dalam industri dan manufaktur, tentunya permintaan timah juga meningkat. Pada saat yang sama, krisis energi yang melanda dunia saat ini telah memberikan kontribusi terhadap kenaikan harga dasar untuk semua lini dari hulu hingga hilir, termasuk timah, dimana peningkatan terjadi dari sisi pertambangan, operasi produksi hingga biaya logistik akibat penggunaan. minyak mentah dalam prosesnya.

Kenaikan harga timah BKDI juga diikuti oleh kenaikan kontrak timah tujuan ekspor (TINPB) yang tercatat rata-rata naik 61%, dan kontrak timah dalam negeri (LTINPB) tercatat rata-rata naik 78% di Q3 2021. (*)



MEDSOS WOWBABEL