Dihantam Varian Delta, Ekonomi Babel Tetap Tumbuh

Firman    •    Senin, 18 Oktober 2021 | 18:36 WIB
Ekonomi
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bangka Belitung Tantan Heroika.(ist)
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bangka Belitung Tantan Heroika.(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com - Pemulihan perekonomian Provinsi Bangka Belitung pada triwulan III tahun 2021, kembali mengalami ujian dengan munculnya Varian Delta Covid-19.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bangka Belitung Tantan Heroika, munculnya Varian Delta Covid-19 ini tidak hanya terjadi di Bangka Belitung saja, namun se-Indonesia termasuk beberapa negara lainnya.

"Memang dengan munculnya Varian Delta ini, pertumbuhan ekonomi sedikit menurun,  sehingga yang ditempuh oleh pemerintah dengan harus melakukan PPKM, dan ini tentunya dengan dilakukannya pembatasan-pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah dalam mengendalikan Covid-19, yang di utamakan kesehatan," tutur Tantan, Senin (18/10/2021).

Selain itu kata Tantan, dengan kebijakan dan pengaturan mobilitas masyarakat yang menjadi terbatas, tentunya sangat mempengaruhi ekonomi di triwulan ke III tahun 2021 ini.

"Pertumbuhan ekonomi di triwulan III ini akan lebih rendah dibandingkan dengan triwulan II yang mencapai 6.85 persen, tapi kita berharap ekonomi akan lebih bagus ke depannya dalam jangka panjang dan berkelanjutan," ungkapnya.

Tantan juga menambahkan, disisi lain melihat di triwulan III tahun 2021 meski dilanda Varian Delta, namun harga komoditi terus mencapai rekor tertinggi, dan di sisi lain PPKM membuat mobilitasmasyarakat terbatas dan menarik turun perekonomian.

"Di sisi lain akselerasinya kenaikan harga-harga komoditi, seperti harga timah, sawit dan di bidang perikanan, membuat pertumbuhan ekonomi di triwulan III akan tetapi tinggi, namun tidak setinggi triwulan II yang mencapai 6.85 persen," jelasnya.

Ia juga menyampaikan, menjelang akhir 2021 yang masih menyisakan 3 bulan lagi, dirinya melihat momentumnya sudah sangat baik. Dalam arti kata, kebijakan-kebijakan yang dilakukan melalui PPKM berdampak positif dan Covid-19 pun saat ini sudah mulai melandai sehingga PPKM secara bertahap sudah mulai dilonggarkan.

"Kebijakan-kebijakan dari pemerintah daerah juga sudah mulai melonggarkan, dengan kita lihat antigen ke Bangka  Belitung ini sudah membuahkan hasil, dan kita juga melihat pariwasata juga mulai bergerak, seperti di Belitung sudah mulai bagus," ujar Tantan.

"Kita harapkan pertumbuhan ekonomi semakin baik lagi, karena dengan penerbangan yang masih terbatas ini belum memenuhi, karena yang datang juga banyak. Dan tentunya pertumbuhan ekonomi di triwulan ke 4 akan lebih baik lagi, tidak hanya dari sisi timah tapi pariwasatanya juga harus mulai bergerak dan memberikan kontribusi yang lebih baik di triwulan ke 4 ini," harap Tantan.

Ditambahkan  Tantan, di samping itu juga dampak dari PPKM menuju level terendah, sehingga mobilitas masyarakat itu jadi terbatas lagi. Ini akan mendorong ekonomi perdagangan semakin membaik, kemudian juga kegiatan-kegiatan transportasi, terkait dengan pariwasata juga akan semakin baik dan tentunya akan lebih baik lagi di triwulan ke 4.

"Di 2021 kita sampaikan secara keseluruhan itu ada pada rings 3.8 persen sampai dengan 4.6 persen dibandingkan 2020 yang mengalami negatif mines 2.3 persen, artinya secara keseluruhan 2021 lebih bagus. Kita berharap dengan momen yang baik dan sudah mulai melandai Covid ini bisa tetap dijaga. Jangan sampai PPKM muncul lagi, tapi dengan melandainya Covid-19 saat ini masyarakat juga harus tetap menjaga protokol kesehatan,” tukas Tantan.(fn/wb)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE