Menggemakan Prinsip Jas Merah Kepada Generasi Muda, Jangan Sampai Sejarah Kelam Terulang Kembali

Tim_Wow    •    Senin, 18 Oktober 2021 | 17:19 WIB
Nasional
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

JAKARTA, www.wowbabel.com -- Generasi muda adalah penerus bangsa yang diharapkan mampu belajar dari sejarah. Oleh karena itu, kaum muda diharapkan tak pernah sekali kali melupakan sejarah. Seperti kata Bung Karno, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri.”

Salah satu mahasiswi Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tidak mau disebut namanya ini pernah berujar dalam wawancara singkat dengan awak media. Dia mengaku sering lupa terhadap hari-hari besar nasional.Meski demikian, dia selalu berusaha untuk tidak melupakan sejarah, seperti momen Hari Kebangkitan Nasional. 

“Hari Kebangkitan Nasional adalah sejarah berdirinya gerakan pemuda pertama di Indonesia, yakni Boedi Oetomo,” katanya.

Mahasiswi tingkat tiga itu juga mengaku ingin menjadi pemuda yang bisa berkontribusi terhadap bangsa. Sebab, perjuangan di era saat ini bukan untuk berperang tetapi bersaing di kancah nasional juga internasional.

“Pertama tentu kita harus menghormati dan mengingat jasa pahlawan. Nah, caranya dengan berprestasi. Selain itu menjadi pribadi yang lebih disiplin dan rajin,” kata dia.

Peran sejarah

Sementara itu, Guru Sejarah SMA Negeri 1 Gondang Bojonegoro, Hilal Nur Fuadi, pernah menulis artikel berjudul “Jangan Ciptakan Generasi Lupa Ingatan”. Dalam tulisannya, dia memaparkan alasan peran sejarah begitu penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Karena sejarah memiliki setidaknya enam dimensi yaitu: apa, kapan, di mana, mengapa, siapa, serta bagaimana,” papar Hilal.

Dimensi “apa” berkaitan dengan peristiwa apa yang pernah terjadi pada masa

lampau, “di mana” menunjukkan tempat terjadinya suatu peristiwa, dan “mengapa” menunjuk pada hubungan sebab-akibat terjadinya suatu peristiwa.

Adapun “siapa” mengarah kepada siapa saja tokoh yang terlibat dalam suatu peristiwa sejarah, sedangkan “bagaimana” menunjuk pada bagaimana proses terjadinya suatu peristiwa sejarah.

“Dari sini kita semua bisa melihat peran penting sejarah karena selain berfungsi sebagai sebuah mata pelajaran yang tertuang dalam kurikulum pendidikan, sejarah juga memiliki fungsi yang lebih penting yaitu mengingatkan kepada setiap generasi muda tentang perjalanan hidup suatu bangsa,” tulis dia.



MEDSOS WOWBABEL