Pemerintah Cina Turun Tangan, Harga Logam Berantakan

Tim_Wow    •    Rabu, 20 Oktober 2021 | 13:32 WIB
Ekonomi
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

PANGKALPINANG, ww.wowbabel.com – Lajukan kenaikan harga logam dasar di pasar Shanghai mulai turun pada perdagangan Rabu (20/10/2021) pagi.

Langkah pemerintah untuk mengatur harga beberapa komuditas dunia, terutama batubara langsung mempengaruhi pasar.

“Logam dasar Shanghai dan LME (London Metal Exchange) sebagian besar ditutup dengan kerugian karena pemerintah Cina bertekad untuk mengatur harga batubara dan ekonomi AS telah melambat baru-baru ini,” demikian bunyi laporan analis Shanghai Metal Market (SMM).

Pantauan  pasar komuditas di bursa LME  harga tembaga turun 0,85%, aluminium turun 2,11%, timbal turun 0,51%, dan seng turun 3,68%.

Sedangkan di pasar Shangai Futures Exchange (SHFE) harga tembaga  turun 2,57%, aluminium turun 2,86%, timbal turun  0,76%, seng turun 5,5%, nikel turun 0,84%.

Untuk harga timah di SHFE pada penutupan pasar tadi malam berada di bawah 285.000 yuan metrik ton setelah satu hari sebelumnya  harga timah berada di atas 290.000 yuan.

“Pasokan sedikit berkurang di hari perdagangan terakhir. Margin konversi naik, yang kemungkinan akan mendorong smelter hulu untuk meningkatkan pasokan. Di sisi lain, kebijakan makro pengaturan harga batubara dan penjatahan listrik telah membawa ketidakpastian yang besar, yang secara tidak langsung mempengaruhi perkiraan permintaan,” ujar analis pasa SMM.

Di bursa LME, Fastmarket melaporkan jika permintaan logam  di Eropa mulai turun setelah harga logam, terutama timah pada Selasa 19 Oktober, mencapai  rekor harga tertinggi. 

Premi timah di Amerika Serikat naik hingga 8,6% dalam dua minggu terakhir. Kenaikan untuk pertama kalinya sejak 24 Agustus lalu.

“Pelaku pasar  masih menunggu apakah premi AS sedang tren naik atau turun. Transaksi ditutup tinggi di kisaran baru, tetapi beberapa pembeli melihat tren turun karena turunnya permintaan akhir, terutama untuk solder,” ujarnya. (wb)



MEDSOS WOWBABEL