Diduga Ribut Dengan Pacar, Casis Bintara Polri Nekad Gantung Diri

Dwi H Putra    •    Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:03 WIB
Lokal
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Diduga ribut dengan pacarnya, seorang calon siswa Bintara Polri tahun 2021Iz (18) warga Desa Petaling Banjar, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri menggunakan tali Hamok warna hitam. 

Baca Juga: Sempat Cium Ibunya, IZ Ditemukan Tewas Gantung Diri

Padalah rencananya, calon bintara gelombang 2 tahun 2021  akan melaksanakan apel dan menempuh pendidikan di SPN Polda Babel, Kamis (21/10/2021). 

Korban pertama kali ditemukan ayahnya Musadad (61) sekitar pukul 06.00 wib, orang tua korban akan mematikan lampu yang ada di pondok kebun di Jalan Lisom Dusun 02 Desa Petaling Banjar, menemukan ada sepeda motor Jupiter Z warna hitam milik korban yang tidak biasanya terparkir di halaman pondok kebun. 

Ia menemukan anaknya sudah tergantung dengan tali Hamok di teras samping pondok kebun dalam keadaan sudah tidak bernyawa, lalu ayah korban langsung pergi memanggil tetangganya yang berada dipondok sebelah kebun.

Selang berapa lama, warga sekitar mulai berdatangan ke pondok kebun selanjutnya memanggil pihak Polsek Mendo Barat dan dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dari Inafis Polres Bangka dan Polda Babel. 

Keterangan dari ayah korban, bahwa korban terakhir ada di rumah sekitar pukul 20.00 wib dan setelah itu orang tua korban tidur, hingga menemukan korban pagi harinya yang sebelumnya sempat dihubungi oleh orang tua korban karena belum pulang larut malam namun tidak ada jawaban dari korban. 

Selain itu, pondok kebun biasanya ditunggu kakak perempuan korban, namun sudah beberapa hari tidak berada di pondok dikarenakan pergi ke Mentok bersama suaminya. 

Dari keterangan Ahmad Rusdi (42) tetangga pondok ayah korban, bahwa pada malam hari nya tidak mengetahui bahwa korban datang ke pondok kebun orang tuanya dan hanya mengetahui biasanya kakak ipar korban yang tidur dipondok kebun tersebut. 

Diketahui sebelumnya tidak ada permasalahan pada adik nya, dan malam hari sebelum kejadian korban sempat mencium ibunya, namun tidak mengatakan apa apa. 

Tidak itu saja, rekan-rekannya terahkir bertemu korban saat bersama-sama dengan teman lainya pergi silaturahmi ke Desa Kemuja dan Zed dalam rangka perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW, dan korban tidak pernah menceritakan adanya masalah pribadi maupun permasalahan lainnya.

"Iya benar ada kasus bunuh diri dengan cara gantung diri," kata Kasat Reskrim Polres Bangka, AKP Ayu Kusuma Ningrum dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsapp, Kamis (21/10/2021). 

"Diduga dari pemeriksaan di handphone korban bersama keluarga ditemukan chat dengan pacarnya, yang ribut terkait permasalahan asmara," ujarnya. 

Ditambahkannya dari hasil Dokter Forensik RSUD Depati Bahrin ditemukan luka lebam pada leher 2 cm bekas tali depan, didagu 8 cm bekas tali, didagu 3 cm bekas tali sebelah kanan, 7 cm dari telinga kanan, 2 cm dari sebelah kiri, 8 cm dari telinga kiri, 2 cm dari belakang, lidah menjulur keluar, lebam pada tengkuk, punggung, bokong dan bagian buah kaki, tidak ada ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan pada tubuh korban. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL