Dua Hari Berturut-turut Dua Warga Bangka Bunuh Diri

Dwi H Putra    •    Jumat, 22 Oktober 2021 | 10:59 WIB
Lokal
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Selang satu hari terjadi dua kasus bunuh diri di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dengan cara gantung diri. 

Baca Juga: Diduga Ribut Dengan Pacar, Casis Bintara Polri Nekad Gantung Diri

Kapolres Bangka, AKBP Widi Haryawan membenarkan adanya peristiwa tersebut, yang sempat menghebohkan warga Lingkungan Nelayan 2 Kecamatan Sungailiat dan Desa Petaling Banjar Kecamatan Mendo Barat. 

"Iya betul ada dua kasus bunuh diri dua hari berturut-turut, pertama terjadi pada Selasa (19/10/2021) malam di Lingkungan Nelayan 2 Sungailiat dan Kamis (21/10/2021) kemarin pagi," kata AKBP Widi Haryawan, Jumat (22/10/2021). 

Lanjutnya, berdasarkan keterangan yang dhimpun pihak kepolisian, peristiwa pertama dengan korban Su (35), warga Kampung Nelayan 2 Sungaliat memilih nekat mengakhiri hidupnya setelah cekcok dengan istrinya Ma (25), aksi nekat korban ditemukan pertama kali oleh mertuanya. 

Aksi nekad itu dilakukan korban dengan terlebih dulu memberitahukan istrinya, bahwa akan mengakhiri hidupnya sendiri. 

Warga yang heboh dengan aksi tersebut, langsung menghubungi pihak Polsek Sungailiat dan Satreskrim Polres Bangka. 

Kapolres Bangka menambahkan diduga ribut dengan pacarnya, aksi nekad kedua terjadi dengan korban Iz (18) warga Desa Petaling Banjar, seorang Casis Bintara Polri tahun 2021 Gelombang 2 dengan nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri menggunakan tali Hamok warna hitam. 

Korban pertama kali ditemukan ayahnya Musadad (61) sekitar pukul 06.00 wib, orang tua korban akan mematikan lampu yang ada dipondok kebun di Jalan Lisom Dusun 02 Desa Petaling Banjar, menemukan ada sepeda motor Jupiter Z warna hitam milik korban yang tidak biasanya terparkir di halaman pondok kebun. 

Dan menemukan anaknya sudah tergantung dengan tali Hamok di teras samping pondok kebun dalam keadaan sudah tidak bernyawa, lalu ayah korban langsung pergi memanggil tetangganya yang berada dipondok sebelah kebun.

Selang berapa lama, warga sekitar mulai berdatangan ke pondok kebun selanjutnya memanggil pihak Polsek Mendo Barat dan dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dari Inafis Polres Bangka dan Polda Babel. 

"Kami mengimbau kepada masyarakat, supaya tidak terulang lagi kasus yang sama, bahwa setiap permasalahan ada jalan keluarnya, dengan berbicara bersama pihak keluarga atau orang terdekat yang dapat dipercaya," tegas AKBP Widi. 

"Selain itu mengakhiri hidup dengan jalan pintas dapat meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, berfikir secara bijak demi keluarga dan orang terdekat, ingatlah semua masalah ada jalan keluar pemecahannya," pungkasnya. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE