Penjualan Timah Indonesia Menurun Setelah Izin Diambil Alih Pusat

Tim_Wow    •    Jumat, 22 Oktober 2021 | 18:42 WIB
Ekonomi
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

LONDON,www.wowbabel.com -- Asosiasi Timah Internasiona l (ITA) memperkirakan penjualan timah dari Indonesia mengalamai penurunan. Kebijakan pengalihan izin pertambangan dari daerah ke pemerintah pusat menyebabkan beberapa produsen timah swasta tidak dapat menjual produksi timah mereka.

“Berita di luar acara tersebut (LME Week) menunjukkan bahwa penurunan penjualan timah di Indonesia akhir-akhir ini bersifat sementara. Kontrol izin pertambangan (bagian penting dari izin ekspor) telah berpindah dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat  menyebabkan masalah bagi beberapa produsen, menunda penjualan,” kata James Willoughby Analis Pasar ITA dalam keterangan resminya, Kamis (21/10/2021).

Sebagaiman diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 alias UU Mineral dan Batubara (Minerba) terhitung i 11 Desember 2020, pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil alih semua perizinan pertambangan dari pemerintah provinsi. 

Adapun, tata niaga timah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara dan Peraturan Menteri Perdagangan 53 Tahun 2018 juncto Permendag 33 Tahun 2015.

Dalam aturan itu timah yang dapat dijual ke luar negeri harus dilakukan pengolahan dan pemurnian di dalam negeri sampai mencapai batasan minimum kadar Sn di atas 99,9% dan dalam bentuk timah murni batangan dengan ukuran dan bentuk tertentu.

Data Kementerian Perdagangan Republik Indonesia mencatat pada September 2021 ekspor timah olahan turun hampir 20% dibandingkan bulan Agustus. Namun naik 8,3% dari tahun sebelumnya menjadi 6.038,8 ton. 

Pada September tercatat ekspor timah 6.038.80 ton sedangkan Agustus sebesar 7,497.19 ton. Negara tujuan terbesar ekspor timah Indonesia pada September yakni Singapura, Korea Selatan dan Belanda.

Sedangkan ekspor timah  Indonesia pada Mei menurut data Kementerian Perdagangan Indonesia  sebanyak 5.359,7 ton. turun hampir 24% dari bulan April 2021. Secara kumulatif ekspor timah Indonesia (Januari-Agustus) sebesar 46.550 ton naik a 5% pada periode yang sama tahun lalu dan hanya 2% pada pra-pandemi 2019.

ITA yang berbasis di Inggris, melaporkan produksi timah global adalah 3,3-3,7 lakh ton dengan hasil tambang 2,7-3,1 lakh ton. Sisanya dipenuhi melalui produksi sekunder atau daur ulang timah.

Pasokan timah dari Indonesia sebagai produsen terbesar kedua  dunia turun 24 persen pada kuartal pertama tahun ini,  karena kekurangan kontainer pengiriman dan penundaan pengiriman. Ada masalah pasokan serupa di China, produsen global terbesar, dan Kongo, yang mempengaruhi harga timah.

Sementara itu PT Timah Tbk sebagai produsen terbesar kedua dunia asala Indonesia hingga akhir tahun ini mematok produksi  30.000 ton. Adapun produksi biji timah hingga semester I 2021 mencapai 11.457 ton. Jumlah itu turun 54 persen dibandingkan dengan realisasi periode tahun sebelumnya 25.081 ton. (*)




MEDSOS WOWBABEL