Tiga Kali Garap ABG, Peternak Sapi di Bangka Tengah Dicokok Polisi

Firman    •    Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:38 WIB
Lokal
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALANBARU,www.wowbabel.com – Seorang pria berinisial AS (27) Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, hanya bisa pasrah saat digelandang oleh Tim Unit Reserse Kriminal Polsek Pangkalan Baru, Senin (18/10/2021) lalu.

Pria yang memiliki usaha peternankan sapi ini dibekuk polisi lantaran diduga sebagai pelaku pencabulan terhadap anak baru gede (ABG), sebut saja Bunga (16)

Kapolsek Pangkalan Baru AKP Djoko Murtono, membenarkan penangkapan terhasap AS yang diduga sebagai pelaku pencabulan.

Menurut AKP Djoko Murtono, pihaknya menangkap AS setelah keluarga Bunga melapor ke Mapolsek Pangkalan Baru pada tanggal 18 Oktober 2021 lalu.

"Setelah kami mendapatkan laporan tersebut kemudian Unit Reskrim Polsek Pangkalan Baru yang dipimpin Kanit Reskrim Bripka Christian Simamora langsung merespon cepat dan melakukan penangkapan terhadap pelaku," kata Kapolsek, Jumat (22/10/2021).

AKP Djoko mengungkapkan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur ini terjadi setelah AS dan Bunga berkenalan melalui media sosial WhatsApp dan kemudian menjalin hubungan cinta.

Keduanya juga ternyata kerap bertemu layaknya orang pacaran. Bahkan AS nekad mengajak Bunga berhubungan intim layaknya suami istri sebanyak tiga kali di rumah AS. Bunga sempat menolak namun AS berjanji akan bertanggungjawab, bahkan kala itu AS berjanji akan menikahi Bunga.

"Dikarenakan korban tidak mau, pada saat itu pelaku menarik bahu dan memaksa korban. Pelaku juga membuka pakaian korban lalu kemudian memaksa untuk melakukan persetubuhan yang terjadi secara berulang-ulang," ungkap kapolsek kepada awak media.

Tak hanya mengamankan AS, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa pakaian koban dan karpet beserta barang barang lain yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut. 

Polisi menjerat AS dengan Pasal 81 Ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016 Tentang Tap Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 belas tahun penjara.

AKP Djoko mengimbau agar para orang tua lebih memberi perhatian kepada anaknya, terutama anak perempuan yang sangat rentan terhadap tindakan kekerasan seksual.(fn/wb)






BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL