Lonjakan Harga Timah Bantu Surplus Perdagangan RI

Tim_Wow    •    Senin, 25 Oktober 2021 | 21:48 WIB
Ekonomi
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Tren kenaikan harga sejumlah  komoditas ekspor Indonesia di pasar dunia mendorong surplus perdagangan Indonesia pada September 2021. 

Salah satunya lonjakan kenaikan harga timah yang terus menanjak hingga mencapai rekor harga tertinggi baru sepanjang masa pada 20 Oktober 2021.

Badan Pusat Statistik  (BPS) melaporkan  ekspor Indonesia hingga September 2021 mencapai US$20,60 miliar. Sementara itu, impor negara Indonesia ada September 2021 senilai US$16,23 miliar.

Dengan demikian, terindikasi bahwa neraca perdagangan Indonesia pada September 2021 mengalami surplus sebesar US$4,37 miliar. Dengan demikian, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan selama 17 bulan berturut-turut.

Sementara itu Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi mengatakan peningkatan ekspor produk manufaktur, kenaikan harga komoditas, dan peningkatan permintaan dari negara mitra dagang turut menyumbang surplus perdagangan RI.

Selain itu, ekspor komoditas utama berupa minyak sawit mentah, produk timah, dan bijih logam masing-masing naik 61,60 persen, 56,29 persen, dan 40,99 persen bulan ke bulan.

"Surplus itu juga sejalan dengan tren kenaikan harga komoditas, misalnya harga minyak sawit mentah naik 55,8 persen, sedangkan harga timah melonjak 72,7 persen," ujarnya.

Data Kementerian Perdagangan, ekspor timah olahan Indonesia pada September 2021 naik 8,3% dari tahun sebelumnya menjadi 6.038,8 ton.  Pengiriman timah Indonesia secara volume turun hampir 20% dibandingkan dengan bulan Agustus 2021 sebanyak 7.498,19 ton.

 Sedangkan ekspor timah Juli mencapai 6.560,78 ton, bulan sebelumnya Juni sebesar 5.622,83 ton dan Mei 5.359,7 ton turun dibandingkan  April  sebanyak 7.007,29 ton. (*)



MEDSOS WOWBABEL