Waspada DBD, Di Kabupaten Bangka Terdata 97 Kasus

Dwi H Putra    •    Selasa, 26 Oktober 2021 | 18:01 WIB
Lokal
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) hingga saat ini sebanyak 97 kasus. 

"Dari data yang ada setelah dilakukan penyelidikan epidemiologi ada 97 kasus terhitung Januari hingga September 2021," kata Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka, Sopianto dikonfirmasi wowbabel.com melalui pesan singkat whatsapp, Selasa (26/10/2021).

"Kalau dilihat dari Januari 2021, trend peningkatan dari bulan Juli 2021 dan puncak di bulan September 2021 ada 25 kasus. Jika dibandingkan tahun lalu di periode yang sama ada 12 kasus artinya meningkat dua kali lipatnya," ujarnya. 

Lanjutnya dari 97 kasus tersebut terjadi di Sungailiat sebanyak 19 kasus, Sinar Baru sebanyak 13 kasus, Kenanga sebanyak 21 kasus, Pemali sebanyak enam kasus, Bakam ada satu kasus, Belinyu ada dua kasus, Gunung Muda ada satu kasus, Riau Silip ada dua kasus, Batu Rusa sebanyak 14 kasus, Puding Besar sebanyak enam kasus, Petaling ada dua kasus dan Penagan sebanyak 10 kasus. 

Terkait kasus DBD ini, pihaknya melakukan penanganan melalui perawatan pasien di rumah sakit (RS) atau pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas), kemudian melakukan penyelidikan epidemiologi atau kunjungan lapangan terkait abatisasi, penyuluhan, pemeriksaan jentik, skrining demam lokasi rumah penderita dan pemberatasan sarang nyamuk (PSN) melibatkan kader dan masyarakat sekitar. 

"Bila ada kasus DBD dan kepadatan jentik lebih dari lima persén, maka dilakukan fogging fokus, disertai pemantauan kasus melalui surveilans," jelas Sopianto. 

"Apabila ada peningkatan kasus dua kali lipat yang berpotensi kejadian luar biasa (KLB) di suatu desa, maka dilakukan fogging massal dengan dua siklus jarak satu minggu oleh petugas puskesmas," paparnya. 

Sopianto menambahkan dengan jumlah kasus DBD itu, pihaknya mengimbau masyarakat Kabupaten Bangka perlu meningkatkan kewaspadaan.

"Iya warga harus waspada ya, tingkatkan kewaspadaan dini, ya salah satunya melakukan penanganan kasus DBD yang terlaporkan melalui kegiatan penyelidikan epidemologi dan fogging," harapnya.

"Warga harus meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) lihat sekeliling rumah buang air yang menggenang, kuburkan barang bekas yang bisa menampung air supaya tidak ada jentik yang berkembang, ini salah satu jalan supaya di wilayah itu bebas dari DBD," pungkasnya. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE