Sengketa Lahan dan Kantor DPW PKS Babel, PN Pangkalpinang Tolak Gugatan DPW PKS Babel

Firman    •    Jumat, 29 Oktober 2021 | 22:20 WIB
Lokal
Ridwan Thalib bersama penasihat hukumnya.(fn/wb)
Ridwan Thalib bersama penasihat hukumnya.(fn/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com  - Mantan Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Bangka Belitung Periode 2005-2010 dan 2010-2015, yakni  Riduan Thalib bersyukur atas ditolaknya gugatan DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Babel di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang.

Penolakan atas gugatan yang diajukan DPW PKS terhadap dirinya tersebut, atas polemik kepemilikan Kantor DPW PKS Bangka Belitung.

Pengadilan Negeri Kota Pangkapinang  melalui e-court amar keputusan mengabulkan eksepsi tergugat Ridwan Thalib.  Gugatan perdata ini, dinyatakan penggugat error in persona sepanjang dimaknai gugatan tersebut kurang sepihak. 

Riduan Thalib mengatakan selaku tergugat yang juga mantan kader PKS Bangka Belitung ini bahwa pengadilan menerima eksepsi pihaknya atas objek sengketa lahan dan bangunan yang sekarang diduduki dan ditempati DPW PKS Bangka Belitung sebagai kantornya. 

"Terimakasih kepada majelis hakim yang telah memutuskan perkara ini. Karena putusan sidang ini membutuhkan berbagai macam alat bukti yang banyak. Ternyata seluruh alat bukti dari penggugat tidak menjadi alat hukum yang kuat seadil-adilnya," ungkapnya, Jumat (19/10/2021) saat menggelar konferensi kepada sejumlah wartawan

Ia juga menyebutkan, langkah yang akan diambil yakni menunggu langkah hukum selanjutnya dan menunggu apa yang diputuskan nanti, dirinya juga berharap pihak penggugat memahami dan mengerti ini sebagai pernyataan dan fakta hukum walaupun masih ada tingkatan setelahnya. 

"Kalau dilanjutkan kami siap melayaninya, dan bukti legal standing mereka tidak kuat, mereka ajukan tidak ada yang menguatkan bukti hukum yang menunjukkan lahan dan gedung itu adalah milik partai, itu tidak ada bukti sama sekali," tuturnya. 

Lanjut Riduan Tahlib, dirinya akan melihat sejauh mana sikap dari penggugat yakni DPW PKS Bangka Belitung setelah menerima putusan ini, mereka siap untuk melakukan langkah hukum. 

"Namun, jika cukup sampai di sini akan pertimbangkan untuk mencari kebaikan. menggugat balik itu ada, tetapi tidak menjadi fokus utama kami," ucapnya.

"Melihat sikap penggugat kalau dilanjutkan langkah hukum banding, kita juga akan lakukan langkah hukum, celah dan pemikiran itu ada untuk menggugat balik pihak itu. Ini sudah ada kemenangan bersabar menunggu eksekusi pengadilan," katanya. 

Selain itu ia mengaku sangat kecewa karena dianggap pengkhianat dan mencaplok hak mereka, hukum membuktikan dengan adil, dirinya tidak mengambil hak orang lain, menurutnya permasalahan ini semua bisa diselesaikan dengan musyawarah. 

"Ini bukti hukum sidang pengadilan harus bersama menerima, harus dihormati dan dihargai, saya tidak mengambil hak dan tidak melanggar hukum," imbuhnya.

Sementara itu pengacara Ridwan Thalib, yakni Yulianis mengatakan, perkara perdata hukum private eksepsi ini diterima error in persona gugatan itu kurang pihak,dan pihaknya masih menunggu dalam perkara ini. 

"Bukti sertifikat itu hak milik klien kita pak Ridwan Thalib mulai 2006, tidak ada tertulis atas nama partai, itu yang menjadi dasar mereka, dan kami menunggu itikad baik dari PKS sampai putusan ini keluar pun kita masih menunggu," kata Anis.

Sementara itu penasehat hukum DPW PKS Bangka Belitung, yakni Darma Sutomo mengatakan, jika DPW PKS mengajukan gugatan sengketa hak lahan dan gedung kantor, dan dalil didukung bukti sah, memang sertifikat atas nama Ridwan Thalib tapi ada historisnya.

"Pihaknya bahkan menghadirkan 8 saksi, menguatkan dalil dalam LPJ Ridwan Thalib dia menyerahkan aset milik PKS, salah satunya aset kantor milik PKS," katanya.

"Putusan ini belum inkrah waktunya 14 hari sebelum 10 hari deadline kita akan banding. Faktanya di amar putusan menolak gugatan rekovensi Ridwan Thalib. Upaya kita bukan mengajukan gugatan baru tapi banding soal error in persona yang dimaknai kurang, pihak itu tidak betul," ungkap Darma Sutomo.

Sedangkan Ketua DPW PKS Bangka Belitung, Aksan Visian mengungkapkan, sebelumnya pihak PKS sudah melakukan musyawarah dengan Riduan Thalib.

"Kita sudah musyawarah dan mediasi akan tetapi tidak mendapatkan titik temu, kita ini sebenarnya sudah mempunyai niat baik namun juga tidak titik temu makanya kita serahkan kepada hukum," kata Aksan.(fn/wb)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE