Harga Referensi CPO Naik, Penerimaan Bea Keluar Bakal Melonjak

Tim_Wow    •    Rabu, 03 November 2021 | 17:55 WIB
Ekonomi
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

JAKARTA, www.wowbabel.com -- Kementerian Perdagangan menetapkan harga referensi  produk  crude palm  oil (CPO)  untuk periode November di level US$ 1.283,38 per metrik ton. Harga  referensi  tersebut  meningkat US$ 86,78 atau 7,25% dari periode Oktober 2021, yaitu sebesar US$ 1.196,60 per metrik ton.

Harga referensi  menjadi pedoman penentuan tarif bea keluar dan tarif pungutan ekspor komoditi kelapa sawit, CPO, beserta produk turunannya selama bulan depan. Otomatis penerimaan negara dari bea keluar akan melonjak kembali.

“Saat ini harga referensi CPO telah jauh melampaui threshold US$ 750 per metrik ton. Untuk itu, Pemerintah mengenakan BK CPO  sebesar  US$  200 per metrik ton  untuk  periode  November  2021,” kata  Plt.  Direktur    Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana dalam keterangan resminya.

BK  CPO  untuk  November 2021  merujuk  pada  Kolom 12  Lampiran I Huruf  C Peraturan Menteri Keuangan  No. 166/PMK.010/2020 sebesar US$ 200/MT. Nilai tersebut berubah dari BK CPO untuk periode Oktober 2021. 

Peningkatan harga referensi  CPO  dipengaruhi  meningkatnya   permintaan CPO  di pasar   internasional  dan kebijakan  Pemerintah  India  yang menurunkan  tarif  bea  masuk  pada  produk  CPO. Permintaan CPO juga didorong oleh peningkatan harga minyak  bumi.

Sebagaimana diberitakan, khusus di Bangka Belitung selama triwuan III 2021 hingga 30 September  terjadi lonjakan penerimaan bea keluar di Babel, Lonjakan penerimaan ini tak lepas dari kebijakan pemerintah  yang menaikkan harga referensi  produk CPO. 

“Penerimaan dari Bea Keluar mengalami lonjakan pada tahun 2021 ini, sebesar Rp 145.968,86 miliar atau mencapai 1.424,09 persen. Hal ini disebabkan oleh naiknya harga referensi CPO yang menjadi dasar perhitungan tarif Bea Keluar dan meningkatnya volume ekspor CPO, ” kata Edih Mulyadi Kepala Perwakilan Kemenkeu Provinsi Bangka Belitung dalam keterangan pers terulisnya beberapa waktu lalu.

Realisasi penerimaan pajak pusat yang dihimpun dari wilayah Kepulauan Bangka Belitung hingga triwulan III tahun 2021 mencapai Rp1.760,59 miliar (63,64%) dari target sebesar Rp 2.766,46 miliar. Penerimaan pajak terbesar berasal dari wilayah Kota Pangkalpinang sebesar Rp 526,64 miliar. Sedangkan pertumbuhan pajak terbesar adalah dari sektor pertanian, kehutanan dan perkebunan.

Sementara itu, penerimaan dari Bea Masuk mencapai Rp 6.992,14 miliar atau mencapai 173,99% dari target sebesar Rp 3.978,53 miliar. (wb)



MEDSOS WOWBABEL