LBH KUBI Berhasil Advokasi Kasus Pemerkosaan Penyandang Disabilitas

Jurnalis_Warga    •    Kamis, 04 November 2021 | 17:51 WIB
Lokal
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kubi berhasil mengadvokasi perkara pemerkosaan terhadap penyandang disabilitas yang mengandung 7 bulan, dimana  perkara ini awalnya  sempat stagnan di Polsek Belinyu. 

Setelah melakukan langkah advokasi dan konsultasi ke Polda Babel, LBH KUBI kemudian membuat pengaduan masyarakat (DUMAS) yang ditujukan kepada pihak Bagwassidik Polda Bangka Belitung guna membuat atensi dan gelar perkara di Polres Bangka. 

Dalam gelar perkara tersebut sempat mengalami dialektika yang alot antara konsep matriks pembuktian alat bukti pada saat gelar perkara di Polres Bangka dengan konsep Trias Pidana yang dinarasikan LBH KUBI dalam menemukan atau menafsirkan titik terang dalam unsur pasal yang dikenakan.

Setelah matang dilakukan gelar perkara di pihak kepolisian, perkara ini kemudian dilanjutkan sesuai dengan proses hukum selanjutnya. Berbagai upaya dilakukan LBH KUBI untuk memberikan perlindungan hukum diantaranya meminta atensi dari KPAI, LPSK, Komnas HAM, dan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia.

Hal ini dilakukan sebagai  upaya LBH KUBI dalam mengawal keadilan dan kepastian hukum terhadap korban perempuan penyandang disabilitas yang melaporkan kepada LBH KUBI. 

Proses hukum berjalan sebagaimana mestinya, melalui Pengadilan Negeri Sungailiat, pada kamis 2 September 2021 terdakwa pun ponis  dengan pasal 286 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dengan putusan selama 8 tahun pidana penjara. Hal ini pun disambut baik oleh keluarga korban dan merasa puas serta terpenuhinya rasa keadilan bagi korban dan keluarganya. 

“Syukurlah mudah-mudahan terpidana (S) jera atas semua perbuatanya, dan tidak mengulanginya lagi di kemudian hari dan semoga bisa jadi pelajaran bagi anak-anak muda," kata Direktur LBH KUBI L.M Aprizal Palewa Putra. 

Pihaknya  mengapresiasi seluruh elemen terlibat dalam perjuangan keadilan ini, kepada seluruh aparat penegak hukum baik di tingkat Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Sungailiat , lembaga pusat yang turut mengawal serta segala atensi yang membersamai proses penegakan keadilan dan kepastian hukum dalam proses perkara ini. 

"Harapan kami kedepanya bagi keadilan terhadap mereka yang butuh bantuan kita, bahwa perempuan, anak dan kelompok rentan lainya rawan terhadapnya terjadi tindak pidana, oleh sebab itu mari kita bersama-sama menjaga dan melindungi mereka, dan semoga segala pihak mendaptkan hikmah dari vonis pengadilan ini, dan harapanya kedepanya tidak terjadi lagi," ujarnya.

Ia berharap, dalam penegakan hukum juga membutuhkan andil segala pihak dalam pencegahan, hingga kejadian serupa tidak terulang kepada orang lain di Bangka Belitung.

”Keadilan dan kebenaran seringkali dating terlambat namun satu waktu dia akan bangkit untuk mengejarnya," tutupnya. (rill/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE