Wakil Pajangan

Jurnalis_Warga    •    Kamis, 04 November 2021 | 01:44 WIB
Opini
Areng Permana (Wali Kopi Forum Intelektual Bangka Belitung). (Ist)
Areng Permana (Wali Kopi Forum Intelektual Bangka Belitung). (Ist)


Oleh: Areng Permana (Wali Kopi Forum Intelektual Bangka Belitung


Tak ada jalan mundur bagi Wali Kota  Pangkalpinang selain membuat front terbuka antara wako dan wawako setelah tersebar luasnya status whatsapp Wakil Wali Kota Pangkalpinang malam ini, terlebih jelas sudah wawako menyampaikan kekesalannya di muka umum, Pak Sopian akan diincar banyak partai pada kontestasi 2024 bagi golongan yang bersebrangan dengan Maulan Aklil alias Molen. 

Baca Juga : Sopian Merasa Tak Dianggap Sebagai Wakil Wali Kota

Molen akan terlihat lemah apabila tiba-tiba memberi ruang pada wawako setelah insiden status whatsapp ini tersebar cepat dan luas, hemat saya ini akan berdampak buruk bagi Molen sekarang apa bila melakukan kompromi, satu-satunya jalan adalah mengkonfrontir wakil wali kotanya sendiri dalam pertarungan sadis wewenang dan jabatan selama masa jabatan ini. 

Saudara, Inilah pentingnya seorang wali kota/bupati memberi ruang yang cukup untuk wakilnya, bicara legitimasi juga mereka dipilih secara paket, bukan hanya Molen seorang. Pemimpin politik veteran yang  baik selalu cakap dalam memberikan delegasi wewenang, sebagai contoh saya melihat ini di dua kabupaten yaitu Kabupaten Bangka Barat dan Bangka Tengah, wakilnya diberi ruang bergerak yang cukup, harmonis dan kompak sekali saat ini. 

Sebenarnya saya sudah tidak heran apabila pak wawako "meledak" pada saat-saat seperti ini, toh memang perhelatan 2024 tidak jauh lagi, itu pun jabatan Wako Pangkalpinang dan wawako akan habis sebelum masa kontes pilkada serentak. Hemat saya secara politis pak wawako brilian, mengapa?, Molen ini ibarat akan berperang di tiga front sekaligus menjelang 2024 Molen vs Erzaldi cs,  Molen vs Sopian cs bahkan Molen vs internal PDIP  dalam konteks perebutan tiket bertarung di 2024 kelak. Sejarah membuktikan pertarungan 3 front sekaligus sulit dimenangkan, Ini bukan salah siapa-siapa tapi memang mengalir begitu saja secara politis, Molen lah yang memulainya sendiri. Kalau kata prokemnya "elu jual gue beli". 

Siapa menanam angin dia menuai badai, pepatah melayu satu ini saya rasa cocok untuk keadaan sekarang. Bertahun-tahun porsi kewenangan dan pemberitaan di dominasi total oleh Wali Kota Molen nyaris membuat wakil wali kota hanya seperti "pajangan" di sebuah etalase kantor wali kota, tak dilibatkannya wawako dalam keputusan - keputusan penting tentang kota pun saya tengarai turut menambah rentetan panjang kekecewaan wakil wali kota terhadap rekannya.

Alhasil malam ini kita dikejutkan oleh status whatsapp yang beredar luas, pak wawako "kecewa" berat. Akan kah Molen akan melunak? Ataukah Molen mempertajam konflik yang sekarang terbuka untuk umum?, menarik untuk disimak episode drama lokal ini.(*) 




MEDSOS WOWBABEL