BI Ingatkan Waspadai Covid-19 Agar Tren Ekonomi Bangka Belitung Tetap Tumbuh

Firman    •    Senin, 08 November 2021 | 20:10 WIB
Ekonomi
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www. wowbabel.com -- Bank Indonesia (BI) memperkirakan tren ekonomi Bangka Belitung akan terus tumbuh pada triwulan IV tahun ini mengikuiti pertumbuhan yang terjadi pada dua triwulan sebelumnya.  Pengendalian kasus Covid-19 sebagai syarat utama untuk menjaga agar perekonomian Babel tetap tumbuh.

“Ke depan, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan terus tumbuh sejalan dengan prospek pemulihan ekonomi global dan dorongan stimulus kebijakan yang berlanjut. Namun demikian, perkembangan Covid-19 di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di akhir tahun perlu diwaspadai dan upaya pengendalian serta dukungan masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi lebih lanjut,” ungkap Kepala Perwakilan BI Bangka Belitung, Tantan Heroika dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/11/2021). 

Bank Indonesia juga, kata Tantan, terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan instansi/lembaga terkait agar berbagai kebijakan yang ditempuh semakin efektif mendorong pemulihan ekonomi. 

Bank Indonesia bersama pemerintah daerah juga mendorong percepatan digitalisasi ekonomi melalui perluasan pemanfaatan sistem pembayaran non-tunai (penggunaan QR Code Indonesia Standard - QRIS), pengembangan UMKM go digital, intensifikasi digitalisasi produk dan layanan publik, promosi kegiatan wisata, dan optimalisasi realisasi fiskal pemerintah daerah.

Perekonomian Bangka Belitung tetap tumbuh tinggi pada triwulan III 2021meskipun sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. 

Pertumbuhan ekonomi Babel pad atriwulan III sedikit melambat dibandingkan triwulan II 2021 yang tumbuh 6,88% (yoy) seiring dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada akhir Juli 2021. 

Pada triwulan III tahun 2021, menurut BI, dari si sisi lapangan usaha (LU),  kinerja sebagian besar LU di Babel I melanjutkan peningkatan, khususnya LU utama yaitu Industri pengolahan, Pertambangan, dan LU Perdagangan. 

LU Industri pengolahan tercatat tumbuh sebesar 11,13% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 7,19% (yoy). Demikian halnya dengan LU Pertambangan dan penggalian yang juga mengalami peningkatan kinerja sebesar 8,93% (yoy), dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,08% (yoy).

“Perbaikan kedua kinerja LU dimaksud didorong oleh perbaikan kinerja industri pengolahan, khususnya logam timah karena meningkatnya permintaan logam timah sebagai bahan baku industri elektornik dan semi konduktor maupun mobil listrik di tengah peningkatan harga komoditas global yang terus berlanjut. Jumlah smelter yang memenuhi persyaratan ijin ekspor logam timah juga meningkat, seiring dengan dukungan pemerintah daerah untuk mendorong kinerja LU Pertambangan,” ujar Tantan. 

Selanjutnya, sektor perdagangan juga tercatat relatif stabil. Pembelian kendaraan tercatat tumbuh signifikan seiring dengan perbaikan daya beli masyarakat khususnya di sektor pertambangan dan perkebunan. Sementara itu, LU Pertanian tercatat tumbuh sebesar 0,58% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 0,93% (yoy), disebabkan oleh peralihan profesi para pekerja di sektor pertanian ke sektor pertambangan.(fn/wb)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE