Inilah Faktor Pendorong Ekonomi Babel Tumbuh Tinggi

Firman    •    Senin, 08 November 2021 | 19:32 WIB
Ekonomi
Kantor Bank Indonesia Provinsi Bangka  Belitung.(ist)
Kantor Bank Indonesia Provinsi Bangka Belitung.(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Perekonomian Bangka Belitung tetap tumbuh tinggi pada triwulan III 2021meskipun sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Kinerja ekspor luar negeri sebagai pendorong utama tumbuhnya ekonomi Babel pada triwulan III dengan harga rata-rata timah dunia meningkat hingga 33.790 Dolar AS per metrik ton. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bangka Belitung, Tantan Heroika S, mengatakan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekonomi Bangka Belitung tumbuh sebesar 6,11% (yoy), sedikit melambat dibandingkan triwulan II 2021 yang tumbuh 6,88% (yoy) seiring dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada akhir Juli 2021. 

“Namun demikian, membaiknya kinerja sektor eksternal sejalan dengan pemulihan ekonomi global terus mendorong peningkatan volume perdagangan global termasuk ekspor komoditas unggulan Bangka Belitung,” ujarnya.

Pertumbuhan kinerja ekspor luar negeri Babel pada triwulan III tumbuh 62,69% (yoy), meskipun sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 73,68% (yoy). Komudita sunggulan ekspor Babel seperti timah nagat menolong ekonomi Babel akibat harga rata-rata timah yang melambung  hingga 3 kalai lipat  dari harga timah terendah pada bulan Maret 2020. 

“Pertumbuhan kinerja ekspor terutama ditopang oleh tetap tingginya permintaan komoditas dari negara mitra dagang utama, seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan Singapura. Hal ini tercermin dari peningkatan harga logam timah pada triwulan III 2021 rata-rata sebesar US$33.790 per metrik ton atau tumbuh 91,14% (yoy), sementara pada triwulan II 2021 harga rata-rata logam timah sebesar US$29.076 per metrik ton atau tumbuh 97,23% (yoy),” ujar Tantan.

Permintaan timah dunia meningkat pada Oktober 2021, tercermin dari ekspor timah Indonesia sebgain dari Bangka Belitung naik 8,3% year-on-year (yoy).Sedangkan ekspor timah olahan Indonesia pada September tumbuh 8,3% yoy menjadi 6.038,8 ton. Akan tetapi ekspor timah turun 19,5% month-to-month (mom) dari pengiriman bulan Agustus.

Singapura, Korea Selatan, dan Belanda jadi negara tujuan terbesar ekspor timah Indonesia pada bulan September.

Selain timah, komoditas unggulan lainnya Bangka Belitung seperti minyak sawit mentah (CPO)  dan lada juga menunjukkan tren peningkatan harga selama triwulan III 2021. 

Sedangkan perkembangan positif sektor eksternal juga mendorong perbaikan kinerja investasi yang tumbuh positif sebesar 3,94% (yoy), meskipun sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 6,36% (yoy). (*)





MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE