Konsumsi Masyarakat Bangka Belitung Tumbuh Positif

Firman    •    Senin, 08 November 2021 | 20:03 WIB
Ekonomi
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Pertumbuhan ekonomi Provinsi Bangka Belitung Triwulan III tahun 2021  sebesar 6,11% (yoy) diikuti dengan perkembangan positif konsumsi rumah tangga yang tumbuh positif sebesar 3,69% (yoy). Kenaikan harga komoditas unggulan Babel mendorong peningkatan pendapatan masyarakat sehingga menahan perlambatan konsumsi lebih lanjut.

Dari sisi perbankan, peningkatan pendapatan masyarakat tercermin pula dari Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan yang terus tumbuh signifikan. Per 30 September 2021, DPK tumbuh sebesar 17,38% (yoy), sementara kredit baru tumbuh sebesar 0,65% (yoy). 

“Dengan demikian, masih terdapat ruang bagi perbankan untuk meningkatkan fungsi intermediasi kredit untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bangka Belitung Tantan Heroika  dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/11/2021).

Pada pada triwulan II 2021, pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung lebih tinggi dibandingkan triwulan III. Pada triwulan II, BI  mencatat stabilitas sistem keuangan di Bangka Belitung masih terjaga seiring dengan beberapa indikator yang mulai menunjukkan perbaikan kinerja.

Pertumbuhan kredit pada triwulan II masih terbatas yang disertai dengan risiko kredit yang masih tinggi. Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga perbankan tumbuh lebih tinggi sehingga rasio intermediasi perbankan menurun. 

BI juga mencatat, pertumbuhan ekonomi Provinsi Bangka Belitung Triwulan III mencapai sebesar 6,11% (yoy) diikuti dengan perkembangan positif sektor eksternal yang mendorong perbaikan kinerja investasi yang tumbuh positif sebesar 3,94% (yoy). 

Beberapa proyek infrastruktur pemerintah dan swasta sudah mulai berjalan seperti pembangunan jalan/jembatan dan pengadaan mesin perlengkapan jalur kabel listrik Sumatera-Bangka. 

“Konsumsi pemerintah juga tumbuh positif sebesar 0,18% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 6,24% (yoy), didorong oleh belanja pemerintah yang belum optimal terutama belanja K/L dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD),” tukas Tantan.(fn/wb)





BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL