Pelaku Pembunuhan di Blackjak Ditangkap, Tak Roboh Dihantam Peluru

Aston    •    Jumat, 12 November 2021 | 16:39 WIB
Lokal
Caption: Polres Bangka Selatan saat melaksanakan konfrensi pers ungkap kasus pembunuhan di Blackjak di Aula Polres Kabupaten Bangka Selatan, Jumat (12/11/2021) siang. (as/wb)
Caption: Polres Bangka Selatan saat melaksanakan konfrensi pers ungkap kasus pembunuhan di Blackjak di Aula Polres Kabupaten Bangka Selatan, Jumat (12/11/2021) siang. (as/wb)

TOBOALI, www.wowbabel.com -- DS Warga Jalan Payak Ubi Toboali Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih berdiri tegap kendati kedua kakinya di terjang timah panas karena mencoba melawan saat hendak ditangkap. 

Baca Juga: Kasus Pembunuhan di Blackjak Toboali, Polisi Akan Periksa Pemilik Cafe dan Terancam Pidana

Ia ditangkap bersama MD Warga Jalan Payak Ubi Toboali yang tak lain teman DS  saat melakukan tindak pidana penganiayaan pada 26 Oktober 2021 yang lalu di Blackjak tempat lokaliasi terbesar di Kota Toboali Bangka Selatan. Dalam peristiwa tersebut sebanyak satu orang meninggal dunia. 

Namun, DS terlihat masih tegap berdiri ketika dihadirkan dihadapan para awak media dalam pres confrence ungkap kasus pembunuhan tersebut di Aula Polres Kabupaten Bangka Selatan, Jumat (12/11/2021) siang. 

DS masih berdiri tegap seperti tidak merasakan sakit sedikitpun. Padahal, kedua kakinya baru saja di terjang timah panas polisi karena mencoba melawan saat hendak ditangkap. 

"DS berhasil kami amankan di Sumatera Selatan tepatnya di Kayu Agung Kecamatan OKI. Namun, pelaku mencoba melawan saat hendak diamankan jadi terpaksa kami lakukan tindakan terukur," ujar Wakapolres Bangka Selatan, Kompol Erwan Yudha didampingi Kabag Ops, Kompol Albert Daniel Tampubolon. 

Sementara MD rekan DS berhasil ditangkap di Sungai Lumpur, Kecamatan OKI Palembang Sumatera Selatan. Kedua pelaku melarikan diri usai melakukan pengroyokan menggunakan senjata tajam yang menyebabkan korban tewas saat menjalani perawatan medis. 

" DS diamankan pada 9 November 2021 sementara MD pada 12 November 2021. MD kami amankan di Sungai Lumpur berawal dari inisiatif orang tua pelaku yang koperatif menyerahkan anaknya kepada polisi," ungkap Erwan. 

Ia menyampaikan, pihak kepolisian masih mendalami motif pembunuhan tersebut. Pengaruh minuman keras menjadi dugaan sementara kedua tersangka melakukan pengroyokan dan menusuk korban menggunakan pisau. Dalam peristiwan tersebut terdapat dua orang korban, namun satu korban selamat setelah berhasil melarikan diri. 

"Motif sementara karena adanya ketersinggungan antara pelaku dan korban serta pelaku dalam pengaruh alkohol. Namun sebab akibatnya terjadi tindak pidana  masih kami dalami," tuturnya. 

Sementara DS kepada wartawan mengaku bahwa tidak saling kenal dengan korban. Ia mengaku khilaf dan menyesal telah menghabiskan nyawa korban. 

"Saya khilaf karena mungkin pengaruh alkohol. Kami berdua minum habis delapan botol," aku DS seraya mengaku senjata tajam yang digunakan untuk menghabiskan korban telah di bawa dari rumah. (as/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE