Diduga Edarkan Narkoba, Bengok dan Jojon Disergap Tim Gradak

Dwi H Putra    •    Senin, 15 November 2021 | 12:27 WIB
Lokal
Caption: Polres Bangka mengamankan dua pengedar narkoba Erwin dan Yudi. (dwi/wb)
Caption: Polres Bangka mengamankan dua pengedar narkoba Erwin dan Yudi. (dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Upaya pihak kepolisian memberantas peredaran Narkoba terus gencar dilakukan, kali ini Tim Gradak Satresnarkoba Polres Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meringkus dua orang pengedar barang haram tersebut. 

"Betul kami meringkus dua pengedar Narkoba jenis Sabu, dengan modus operandi melempar pesanan Sabu di satu titik, kemudian uangnya di transfer, sama seperti yang sebelum-sebelumnya," kata Wakapolres Bangka, Kompol Robertus Wardhana Utama di Sungailiat, Senin (15/11/2021). 

Lanjut Wakapolres, tersangka pertama yakni Erwin alias Begok (41) warga Parit IV Desa Gunung Muda, Kecamatan Belinyu diringkus Tim Gradak pada Senin (8/11/2021) lalu di sebuah pondok eks cafe.

Dari penggeledahan badan, pakaian dan lingkungan sekitar yang disaksikan oleh ketua RT setempat, ditemukan dua bungkus plastik bening ukuran besar berisikan kristal warna putih diduga narkotika jenis Sabu, satu bungkus plastik bening ukuran sedang, 13 bungkus plastik bening ukuran kecil, satu butir ekastasi merek "UPS" warna biru yang dilapisi tisu warna putih disimpan dalam kaleng bekas rokok, yang di simpan di bagian dapur.

"Penggeledahan dilanjutkan ke rumah tersangka, Tim menemukan sembilan bal plastik bening," jelas Kompol Robertus. 

"Tersangka juga mengaku menyimpan satu unit timbangan digital warna silver di lokasi TI," ujarnya. 

Kemudian tersangka kedua atas nama Yudi Sunarta alias Jojon (39) warga Gang Mangkol Lingkungan Sudi Mampir, Kelurahan Parit Padang, Kecamatan Sungailiat/ Perumahan Graha Arwana Permai Jalan Singkep Desa Air Ruai, Kecamatan Pemali. 

Tersangka diringkus pada Sabtu (13/11/2021) sekitar pukul 01.00 WIB, berawal dari undercover buy pada hari Jumat pukul 23.45 WIB, semula tim gradak melakukan undercover buy dengan berpura-pura memesan sabu sebanyak tiga paket ditukar dengan satu unit handphone Android. 

Ketika akan melakukan transaksi pertama di Hotel ST 12, tersangka sempat takut untuk bertemu langsung karena melihat tingkah laku anggota menyamar mencurigakan, maka tersangka kabur menggunakan sepeda motor.

"KBO Narkoba bersama Tim Gradak kemudian melakukan patroli, dan bertemu dengan tersangka lagi, ketika disergap tersangka melawan dengan memukul serta mendorong anggota, lalu kabur sambil membuang tiga paket Sabu, satu timbangan digital dan dua unit handphone merk Redmi dan Oppo," terang Wakapolres Bangka. 

"Tersangka berhasil diringkus dibelakang ruko kosong sekitar jalan ST 12, lagi-lagi tersangka melawan dan mencoba melarikan diri, akhirnya diberikan tindakan tegas terukur oleh anggota," tegasnya. 

Ditambahkan Wakapolres Bangka, dari tersangka Jojon diamankan barang bukti berupa enam bungkus plastik bening yg berisikan kriatal warna putih diduga narkotika jenis shabu dengan berat bruto 2,44 gram, dua unit handphone mrek Redmi dan Oppo, tiga unit timbangan digital warna silver, empat bal plastic strip bening kosong.

"Jadi total barang bukti Sabu yang diamankan dari kedua tersanhka seberat 29,36 gram, satu butir pil extaci seberat 0,49 gram," tukasnya. 

"Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasat 114 ayat 2 atau Pasal 112 ayat 2 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara," pungkasnya. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE