Residivis Narkoba Kembali Berulah, Jojon Ngaku Ketagihan Hingga Jadi Pengedar

Dwi H Putra    •    Senin, 15 November 2021 | 13:54 WIB
Lokal
Caption: Jojon residivis narkoba kembali ditangkap Polres Bangka. (dwi/wb)
Caption: Jojon residivis narkoba kembali ditangkap Polres Bangka. (dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Resipis kasus narkoba jenis Sabu yang baru bebas akhir tahun 2020 lalu, sepertinya bakal menginap lama di hotel prodeo.

Pasalnya, aksi Yudi Sunarta alias Jojon (39) warga Gang Mangkol Lingkungan Sudi Mampir, Kelurahan Parit Padang, Kecamatan Sungailiat/ Perumahan Graha Arwana Permai Jalan Singkep Desa Air Ruai, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali diringkus Tim Gradak Polres Bangka.

"Awalnya saya hanya makai saja bang, lama kelamaan butuh bahan, akhirnya jadi pengedar," aku Jojon di Sungailiat, Senin (15/11/2021).

"Mulainya tahun 2019 lalu, coba-coba dan ketagihan," ujarnya.

Jojon juga mengaku barang haram tersebut dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp 300 ribu per paket ukuran kecil.

"Bahan saya dapati dengan cara menghubungi seseorang melalui handphone, pembayaran dikirimkan melalui transfer," terang Jojon.

"Keuntungan menjadi gudang dan peluncur diakui tersangka dapat mencukupi kebutuhan hidup keluarga sehari hari," tandasnya.

Jojon juga mengaku memang sempat melawan dan berusaha melarikan diri ketika diringkus Tim Gradak sebanyak tiga kali, yang akhirnya harus dihadiahi timah panas anggota.

"Coba kabur saja bang, supaya tidak tertangkap, tapi akhirnya seperti ini," pungkasnya.

Diketahui, tersangka Jojon diringkus bermula Sabtu (13/11/2021) sekitar pukul 01.00 wib, berawal dari undercover buy pada hari Jum'at (12/11/2021) pukul 23.45 wib, semula Tim Gradak melakukan undercover buy dengan berpura-pura memesan sabu sebanyak tiga paket ditukar dengan satu unit handphone Android.

Ketika akan melakukan transaksi pertama di Hotel ST 12, tersangka sempat takut untuk bertemu langsung karena melihat tingkah laku anggota menyamar mencurigakan, maka tersangka kabur menggunakan sepeda motor.

KBO Narkoba bersama Tim Gradak kemudian melakukan patroli, dan bertemu dengan tersangka lagi, ketika disergap tersangka melawan dengan memukul serta mendorong anggota, lalu kabur sambil membuang tiga paket Sabu, satu timbangan digital dan dua unit handphone merk Redmi dan Oppo.

Selang beberapa waktu, tersangka kembali diringkus dibelakang ruko kosong yang ada di sekitar jalan ST 12, kemudian Tim Gradak memborgol dan memanggil Ketua RT untuk menjadi saksi penggeledahan.

Ketika menunggu Ketua RT, Jojon melarikan diri kembali dengan cara menendang anggota, dikejar dan ditangkap kembali, saat penangkapan ketiga kali ini, Jojon lagi-lagi berupaya melarikan diri terjadi kontak fisik dengan salah satu anggota, akhirnya diambil tindakan tegas terukur.

Di RSUD dilakukan penggeledahan terhadap badan dan pakaian disaksikan Ketua RT ditemukan barang bukti satu paket Sabu didalam tutup botol warna hijau dikantong sebelah kanan depan dan dua paket Sabu dilapisi timah rokok dikantong sebelah kiri celana Jojon.

Tidak itu saja, dikediamannya di Graha Arwana ditemukan barang bukti berupa tiga unit timbangan digital dan empat bal plastik strip bening didalam kamar tidur.

Dari interogasi lebih lanjut, Jojon mengakui Sabu tersebut miliknya dan berperan sebagai gudang dan pelempar dan terkadang berjualan sendiri Sabu tersebut.

Dari tersangka Jojon ini diamankan berupa barang bukti enam bungkus plastik bening Sabu dengan berat bruto 2,44 gram, dua unit handphone mrek Redmi dan Oppo, tiga unit timbangan digital warna silver, empat bal plastic strip bening kosong dan sepeda motor Honda Vario, tersangka dijerat Pasal. 114 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE