Tiga Kali Kabur dan Melawan, Jojon Pengedar Sabu Roboh Dihadiahi Timah Panas

Dwi H Putra    •    Senin, 15 November 2021 | 13:30 WIB
Lokal
Caption: Pengedar Narkoba Jojon yang diringkus Polres Bangka. (dwi/wb)
Caption: Pengedar Narkoba Jojon yang diringkus Polres Bangka. (dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Yudi Sunarta alias Jojon (39) warga Gang Mangkol Lingkungan Sudi Mampir, Kelurahan Parit Padang, Kecamatan Sungailiat/ Perumahan Graha Arwana Permai Jalan Singkep Desa Air Ruai, Kecamatan Pemali, terpaksa dihadiahi timah panas oleh Anggota Tim Gradak Satresnarkoba Polres Bangka. 

Pasalnya, tersangka untuk kesekian kalinya melawan dengan cara memukul dan menendang anggota ketika hendak diringkus saat penggerebekan. 

"Saat melarikan diri tersebut anggota melakukan tindakan tegas terukur ke arah kaki kiri tersangka Jojon, setelah roboh langsung dibawa ke RSUD Depati Bahrin untuk pengobatan," kata Wakapolres Bangka, Kompol Robertus Wardhana Utama di Sungailiat, Senin (15/11/2021). 

Wakapolres mengatakan peristiwa bermula Sabtu (13/11/2021) sekitar pukul 01.00 WIB, berawal dari undercover buy pada hari Jumat (12/11/2021) pukul 23.45 wib, semula Tim Gradak melakukan undercover buy dengan berpura-pura memesan sabu sebanyak tiga paket ditukar dengan satu unit handphone Android. 

Ketika akan melakukan transaksi pertama di Hotel ST 12, tersangka sempat takut untuk bertemu langsung karena melihat tingkah laku anggota menyamar mencurigakan, maka tersangka kabur menggunakan sepeda motor.

Tim kemudian melakukan patroli dan bertemu dengan tersangka lagi, ketika disergap tersangka melawan dengan memukul serta mendorong anggota, lalu kabur sambil membuang tiga paket Sabu, satu timbangan digital dan dua unit handphone merk Redmi dan Oppo. 

Selang beberapa waktu, tersangka kembali diringkus dibelakang ruko kosong yang ada di sekitar jalan ST 12, kemudian Tim Gradak memborgol dan memanggil Ketua RT untuk menjadi saksi penggeledahan. 

"Ketika menunggu Ketua RT, Jojon melarikan diri kembali dengan cara menendang anggota, dikejar dan ditangkap kembali," tegas Kompol Robertus. 

"Saat penangkapan ketiga kali ini, Jojon lagi-lagi berupaya melarikan diri terjadi kontak fisik dengan salah satu anggota, akhirnya diambil tindakan tegas terukur," paparnya. 

Ditambahkan Wakapolres Bangka di RSUD dilakukan penggeledahan terhadap badan dan pakaian disaksikan Ketua RT ditemukan barang bukti satu paket Sabu didalam tutup botol warna hijau dikantong sebelah kanan depan dan dua paket Sabu dilapisi timah rokok dikantong sebelah kiri celana Jojon. 

Tidak itu saja, dikediamannya di Graha Arwana ditemukan barang bukti berupa tiga unit timbangan digital dan empat bal plastik strip bening didalam kamar tidur. 

Dari interogasi lebih lanjut, Jojon mengakui Sabu tersebut miliknya dan berperan sebagai gudang dan pelempar dan terkadang berjualan sendiri Sabu tersebut. 

"Jojon mengaku bahwa Sabu tersebut didapati dengan cara menghubungi seseorang melalui hand phone, pembayaran dikirimkan melalui transfer," terang Wakapolres lagi. 

"Keuntungan menjadi gudang dan peluncur diakui tersangka dapat mencukupi kebutuhan hidup keluarga sehari hari," tandasnya.

"Dari tersangka Jojon ini diamankan berupa barang bukti enam bungkus plastik bening Sabu dengan berat bruto 2,44 gram, dua unit handphone mrek Redmi dan Oppo, tiga unit timbangan digital warna silver, empat bal plastic strip bening kosong dan sepeda motor Honda Vario, tersangka dijerat Pasal. 114 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara," pungkas Kompol Robertus. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE