Harga Timah Ikuti Tren Logam yang Berguguran

Tim_Wow    •    Selasa, 16 November 2021 | 07:56 WIB
Ekonomi
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com --  Harga logam dasar di awal pekan ketiga November 2021 mengalami tekanan. Hampir seluruh harga logam berjatuhan, tak terkecuali harga timah.

"Harga logam dasar ditutup lebih rendah di London Metal Exchange pada Senin 15 November di tengah gambaran makro ekonomi yang tidak pasti dan indeks dolar Amerika Serikat yang kuat. Harga nikel tiga bulan mencatat penurunan terbesar pada hari Senin, dengan penurunan US $19 per ton dari US$19.979 per ton pada penutupan hari Jumat," kata analis pasar FastMarkets.

Tidak saja nikel, harga logam dasar  lainya di LME  pada  Senin (15/11/2021)  untuk auminium turun 0,65%, seng turun 0,77%, dan timbal diperdagangkan 0,88% lebih rendah. Tembaga turun 0,33% dan timah kontrakntiga bulan turun 0,97% menjadi US$37.830 per metrik ton.

Logam non nesi di  Shanghai sebagian besar ditutup dengan kerugian karena  dampak dari  pasar real estat di China mengalami kemunduran .

Timah di Shanghai Futures Exchange ( SHFE) juga  ditutup turun 2,12% atau 6.110 yua per ton  pada 281.940 yuan permetrik ton untuk konttak Desemner 2021.  

Secara fundamental, persediaan timah masih  bawah  dan belum  menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Untuk harga timah kendati turun namun masih pada level harga tertinggi. Harga tumah sepanjang tahun 2021 teeus naik bahkan membuat rekor harga terringgi sepa jang masa. Timah menjadi logam dengan kinerja terbaik di bursa komuditas dunia.

 Dampak dari kenaikan harga yang sangat signifikan ini diraskan oleh produsen timah.  Seperti Malaysia Smelting Corp Bhd (MSC) baru-baru ini mengumumkan bahwa laba bersihnya untuk kuartal ketiga yang berakhir 30 September 2021 (3QFY21) meningkat lebih dari dua kali lipat atau 130,8% menjadi RM28,94 juta dari RM12,54 juta karena diuntungkan dari rata-rata harga timah yang lebih tinggi selama kuartal tersebut.

Menurut MSC, harga timah rata-rata melonjak 92,5% menjadi RM141.915 per ton untuk 3QFY21 dibandingkan dengan RM73.708 pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan kuartalan turun 5,35% menjadi RM218,48 juta dari RM230,83 juta karena produksi timah olahan dan kuantitas produksi konsentrat timahnya lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu karena dimulainya kembali operasi peleburan dan penambangan secara bertahap selama Fase 2 dari Rencana Pemulihan Nasional.

Selama sembilan bulan yang berakhir 30 September 2021 (9MFY21), laba bersih MSC melonjak menjadi RM53,99 juta dari RM244,000 hanya setahun yang lalu, sementara pendapatan melonjak 41,5% menjadi RM821,5 juta dari RM580,78 juta.

Harga timah rata-rata naik 74,2% menjadi RM121.458 per ton di 9MFY21 dibandingkan dengan RM69.717 pada periode yang sama tahun lalu. (wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE