Ratusan Warga Datangi Kantor PT Timah Tbk, Ini Tuntutannya

Firman    •    Senin, 22 November 2021 | 14:52 WIB
Lokal
Caption: Ratusan massa yang mengatas namakan barisan masyarakat Teluk Kelabat Dalam dan mahasiswi di Bangka Belitung menggelar aksi seruan  'Muket' di halaman Kantor PT Timah Tbk, Senin (22/11/2021). (fn/wb)
Caption: Ratusan massa yang mengatas namakan barisan masyarakat Teluk Kelabat Dalam dan mahasiswi di Bangka Belitung menggelar aksi seruan 'Muket' di halaman Kantor PT Timah Tbk, Senin (22/11/2021). (fn/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Ratusan massa yang mengatas namakan barisan masyarakat Teluk Kelabat Dalam dan mahasiswi di Bangka Belitung menggelar aksi seruan  'Muket' di halaman Kantor PT Timah Tbk, Senin (22/11/2021).

Massa dari 12 Desa yakni, Kabupaten Barat dan Bangka Induk menuntut PT Timah agar menghentikan aktivitas Kapal Isap Produksi (KIP) di perairan laut mereka.

Salah satu perwakilan masyarakat nelayan Maryono dalam orasinya, meminta KIP dan ponton isap di perairan laut Teluk Kelabat Dalam dapat dihentikan.

"Kami masyarakat nelayan Teluk Kelabat, meminta pihak PT Timah agar bisa menghentikan aktivitas KIP dan ponton isap di Teluk Kelabat Dalam," kata Maryono saat menyampaikan orasinya di depan pintu gerbang kantor PT Timah Tbk. 

Maryono juga menyampaikan, dengan adanya KIP dan ponton isap yang beroposisi di perairan laut Kelabat Dalam, sangat mengganggu kesejahteraan nelayan.

"Hentikan lah oprasional KIP dan PIP milik PT Timah, karena ini menyangkut  kesejahteraan dan kehidupan para nelayan," ujarnya.

Selain itu Maryono juga berharap agar Direktur PT Timah bisa keluar dari kantor PT Timah, dan bisa bertemu dengan masyarakat nelayan Teluk Kelabat Dalam.

"Jadi kami mohon kepada Direktur PT Timah dan pejabat PT Timah lainnya, agar keluar dan bisa bertemu dengan kami para nelayan, dan tuntutan kami ini bisa diakomodir dan menarik semua KIP dan PIP dilaut Teluk Kelabat Dalam," ucapnya.

Sementara itu pantauan di lokasi tepatnya di halaman Kantor PT Timah Tbk, terlihat sejumlah nelayan dan mahasiswa menebar jaring sebagai bentuk matinya penghasilan para nelayan akibat adanya aktivitas KIP dan PIP di Teluk Kelabat Dalam. (fn/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE