Syamsudin Basari : Kepala Daerah Belum Kompak, Hilangkan Ego Politik

Dwi H Putra    •    Senin, 22 November 2021 | 11:43 WIB
Lokal
Caption: Wakil Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel) periode 2007 - 2012, Syamsudin Basari. (dwi/wb)
Caption: Wakil Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel) periode 2007 - 2012, Syamsudin Basari. (dwi/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Wakil Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel) periode 2007 - 2012, Syamsudin Basari, tak menampik Provinsi Babel kini semakin maju. 

Ia pun memberikan berbagai masukan untuk kemajuan dan kemakmuran provinsi penghasil timah ini, dirinya melihat kemajuan dicapai Provinsi Babel ini berkat kerjasama semua pihak. 

"Kalau boleh saya imbau, kedepan berjuang bukan gubernur sendiri, tapi plus bupati/ walikota," kata Syamsudin Basari usai mengikuti Sidang Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Babel, Sabtu (20/11/2021) kemarin. 

"Gubernur tidak punya wilayah, untuk memajukan itu daerah itu dari desa, kecamatan hingga kabupaten itu perlu kerjasama, akan maju semua kalau bergerak bersama," ujarnya. 

Menurutnya, pimpinan daerah harus mengesampingkan kepentingan politik, tetapi mengutamakan kepentingan rakyat. 

"Utamakan kepentingan wilayah, harus kompak, saya tidak bicara politik ya, utama itu nasib rakyat, perut rakyat, itu yang sangat penting," jelasnya. 

Sejauh ini dari pengamatannya belum ada kebersamaan antara pimpinan di daerah untuk kompak dan seiring dalam membangun Babel. 

"Misalnya, Kabupaten Bangka Selatan difokuskan untuk sektor pertanian, kemudian pariwisata di Belitung, Pangkalpinang kota pendidikan," tukasnya. 

"Saya lihat belum ada kebersamaan, enam kabupaten satu kota ini harus kompak, jangan semua sama, agar perputaran masyarakat hidup," ulasnya. 

Lanjutnya untuk sektor pertambangan, Babel masih belum mendapat kuasa untuk bergerak, karena masih terbatas oleh pemerintah pusat dan perusahaan milik pemerintah. 

"Dengan hasil timah luar biasa, bagaimana diselipkan untuk Babel agar menjadi luar biasa, semua bisa merasakannya," tandasnya.

"Wajar jika kita minta royalti lebih tinggi, bahkan kita harus punya saham, ini mutlak harus dilakukan senang tidak senang," pungkasnya. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL