Menuju Babel Siap Ekspor, IKM Dibekali Sertifikasi HACCP

Dwi H Putra    •    Selasa, 23 November 2021 | 23:34 WIB
Ekonomi
Sertifikasi HACCP di Pangkalpinang, Selasa (23/11/2021). (ist)
Sertifikasi HACCP di Pangkalpinang, Selasa (23/11/2021). (ist)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menuju siap ekspor hasil olahan laut, oleh sebab itu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Babel menggelar pelatihan sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) kepada pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM). 

"Kunci utama HACCP adalah antisipasi adanya bahan bahaya dalam suatu olahan dan identifikasi adanya titik pengawasan yang mengutamakan kepada tindakan pencegahan, daripada mengandalkan pengujian produk," kata Kepala Disperindag Bangka Belitung diwakili Kepala Bidang Perencanaan dan Pembangunan Industri, Subekti Saputra ketika membuka kegiatan sertifikasi HACCP di Pangkalpinang, Selasa (23/11/2021). 

"Selain itu, sistem HACCP juga bukan merupakan sistem jaminan keamanan pangan yang tanpa risiko, akan tetapi dirancang untuk meminimalisir risiko bahaya keamanan pangan," ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjut Subekti, HACCP dapat diterapkan dalam rantai produksi pangan, mulai dari bahan baku pangan, penanganan, pengolahan, distribusi dan pemasaran hingga sampai kepada pengguna akhir produksi pangan.

"HACCP bekerja dengan analisis bahaya dan pengendalian titik kritis menggunakan pendekatan sistematis terkait proses mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya keamanan pangan," jelas Subekti. 

Menurutnya, untuk penerapan dari sistem HACCP pada suatu proses produksi akan memberikan jaminan kepada konsumen terkait pengolahan pangan yang aman, sehingga produk yang dikonsumsi nantinya dinyatakan layak dan terpercaya untuk di konsumsi.

Pihaknya mengharapkan dengan adanya pelatihan  pelatihan sertifikasi HACCP), menaruh harapan besar kepada semua peserta pelaku usaha IKM, yaitu mampu mengidentifikasi segala resiko kontaminasi dalam proses produksi dan kemudian dapat menentukan mekanisme kontrolnya.

"HACCP sudah menjadi salah satu syarat bagi keluar masuknya produk pangan pada suatu negara, tanpa sertifikasi HACCP, suatu produk pangan tidak akan mampu menembus pasar ekspor," terangnya. 

Subekti melanjutkan inti kegiatan fasilitasi sertifikasi HACCP bagi para pelaku IKM olahan perikanan bertujuan agar produk-produk IKM bisa terus ekspor keluar negeri.

Sebab HACCP merupakan persyaratan untuk produk yang akan diekspor luar negeri, dengan HACCP ini semua produk olahan IKM Babel akan meningkat kualitas dan daya saingnya.

"HACCP merupakan fasilitasi dari gubernur dalam upaya meningkatkan ekspor produk-produk IKM yang ada di Babel," tandasnya. 

"Adapun program gubernur lainnya terkait untuk IKM dan UMKM agar dapat bersaing baik di didalam dan luar negeri antara lain IUMK, PIRT, Halal, Uji nutrisi, SKP, HKI, MD dan yang terakhir HACCP serta kemasan," Subekti. 

Ia menambahkan program itu merupakan bentuk kolaborasi dan sinergi antar OPD dan stakeholder terkait, seperti Balai Karantina Perikanan,  Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Babel, Dinas Kesehatan (Dinkes) Babel. (dwi/wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL