Apel Simulasi, Sukirman Ingatkan Bangka Barat Miliki Tingkat Kerawanan Bencana Beragam

Chairul Aprizal    •    Kamis, 25 November 2021 | 09:17 WIB
Lokal
Simulasi penanganan bencana alam yang digelar di Lapangan Gelora Muntok, Bangka Barat.(rul/wb)
Simulasi penanganan bencana alam yang digelar di Lapangan Gelora Muntok, Bangka Barat.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com --Bupati Bangka Barat H Sukirman memimpin apel simulasi tanggap bencana daerah di Lapangan Gelora, Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kamis (25/11/2021).

Kegiatan simulasi penanganan bencana banjir, dan pemadaman kebakaran ini dihadiri oleh unsur Kapolres Bangka Barat, unsur Forkopimda Bangka Barat, dan Unmet Muntok.

"Kabupaten Bangka Barat merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang skor indeks risiko bencana sebesar 180 dengan klasifikasi risiko ancaman bencana tinggi," ungkap Sukirman.

Sukirman menjelaskan tingkat kerawanan bencana alam di Kabupaten Bangka Barat meliputi kejadian banjir, gelombang ekstrem dan abrasi, kebakaran lahan dan hutan, cuaca ekstrem, dan kekeringan yang mengakibatkan korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, korban harta benda dan dampak psikologi.

"Apalagi sekarang ditambah bencana non alam yaitu wabah Covid-19 yang sudah kurang lebih 2 tahun melanda kita. Hadirin yang berbahagia seperti yang kita ketahui bahwa sekarang sudah memasuki bulan November artinya, kita sudah memasuki musim hujan," tutur Sukirman.

"Apalagi BMKG memprediksi akan terjadi fenomena la nina di akhir tahun 2021 ini beberapa tahun 2022," imbuhnya.

Hal ini menurut Bupati Sukirman dapat mengakibatkan meningkatnya curah hujan di wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Bangka Barat.

"Fenomena ini berdampak akan terjadinya bencana Hidrometeorologi basah. Maka dari itu, kita harus siap siaga terhadap berbagai kemungkinan bencana yang akan terjadi ke depan," pesan Sukirman.

Sukirman mengatakan penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan sendiri tetapi harus melibatkan berbagai sektor, melalui kegiatan apel siaga dan simulasi penanganan banjir dan kebakaran ini, diharapkan kepada seluruh masyarakat, pemerintah daerah, pihak swasta dan stakeholder terkait agar dapat selalu bersinergi dan siap siaga dalam berbagai kemungkinan bencana yang terjadi di daerah kita.

"Terutama banjir yang sudah beberapa kali terjadi di Bangka Barat, bapak ibu hadirin yang berbahagia diharapkan kegiatan ini juga dapat menyadarkan kita bahwa sehari-hari baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat sekitarnya, " ujarnya.

Sukirman menyebutkan perlu dilakukan upaya untuk mengurangi resiko bencana, serta dapat menginformasikannya kepada seluruh masyarakat tentang tata cara senantiasa mencegah terjadinya bencana dengan cara dan menjaga lingkungan dan berperilaku hidup bersih dan sehat.

"Kemandirian pencegahan penanggulangan bencana tersebut tentunya sejalan dengan Undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana yang menyebutkan bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, di dukung partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha" jelasnya.

"Kepada seluruh hadirin dan peserta yang ada disini agar dapat mengikuti kegiatan ini sampai selesai dan tetap semangat untuk menuju bangka barat maju dan bermartabat. Tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana kegiatan ini semoga hal ini dapat bermanfaat bagi kita semua," tutupnya.(rul/wb) 



MEDSOS WOWBABEL