Ditopang Sektor Tambang, Laju Pertumbuhan Ekonomi Bangka Barat Membaik

Chairul Aprizal    •    Kamis, 25 November 2021 | 03:01 WIB
Ekonomi
Bidang IPDS (Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik) BPS Bangka Barat, Rommel Yonatan S.(rul/wb)
Bidang IPDS (Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik) BPS Bangka Barat, Rommel Yonatan S.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Bangka Barat memprediksi kemungkinan besar laju pertumbuhan ekonomi di Bangka Barat membaik tahun 2021 ini.

Kondisi ini bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi tingkat provinsi yang mulai membaik serta sektor timah yang sedang menggeliat. 

Bidang IPDS (Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik) BPS Bangka Barat, Rommel Yonatan S menyampaikan untuk data pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 akan dirilis di web resmi BPS pada tahun 2022.

"Mulai dari tahun kemarin sentimennya naik tapi ini masih pendapat pribadi ya. Tahun depan itu PDRB mau dirilis tapi dalam waktu dekat kita akan merilis namanya indeks pembangunan manusia itu akan dirilis nanti tanggal 1 Desember jadi itu bisa diakses di situs BPS Bangka Barat. Kemudian ada data berdekatan di pertengahan Desember tanggal 17 sampai 23 Desember ada rilis angka kemiskinan bersama dengan OPD," ujarnya.

Rommel ditemui wowbabel, Rabu, (24/11/2021), menuturkan data terakhir yakni pada tahun 2020 pertumbuhan ekonomi Bangka Barat atau laju pertumbuhan PDRB di angka negatif/minus 5,43 (-5,43).

"Dari tahun 2019 sampai 2020 itu cenderung menurun jadi konsumsi dari 7708 jadi 7741 lanjut ini yang konsumsi pemerintah juga. Dari konsumsi masyarakat dan berdasarkan harga berlaku," terangnya. 

"Melihat kondisi ini memang terjadi kenaikan pada permintaan gara-gara mungkin terjadi pembatasan dari kegiatan kemarin, yang sekarang sudah dilakukan pelonggaran,  sepertinya kayak memberikan suatu tanda bahwa kegiatan kita akan kembali balik," sambung Rommel.

Rommel mengungkapkan di Provinsi Bangka Belitung pertumbuhan ekonomi sedang meningkat pada tahun 2021 ini sebesar 4,64 persen.

"Dalam penghitungan PDRB itu kita bisa melihat dari survei yang tergantung dari jumlah sampelnya. Jadi jika sampelnya itu provinsi, artinya bisa dihitung untuk penghitungan level provinsi itu sebesar 4,64 persen, untuk penghitungan kabupaten masih bisa menunggu tahun depan, " jelasnya.

"Dengan melihat sentimen dari provinsi, kalau melihat angka pertumbuhan ekonomi dari seluruh kabupaten/kotanya mengalami pertumbuhan segitu. Jadi dengan sentimen demikian dapat indikasi hasilnya pertumbuhan ekonominya gak akan minus lagi tapi positif," tutur Rommel.

Rommel menambahkan di Kabupaten Bangka Barat tahun 2021 seluruh tempat usaha mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif kecuali usaha jasa pendidikan yang tidak ikut naik.

"Lapangan jasa usaha kesehatan dan sosial itu mengalami pertumbuhan, paling tinggi diikuti usaha pengolahan, di Bangka Barat sendiri distribusi PDRB paling tinggi itu ada di pengolahan, yang mana itu di pengolahan tambang di kita, di smelter (Timah-red)," pungkasnya.(fn/wb) 





MEDSOS WOWBABEL