Gubernur Bangka Belitung Minta Hilirisasi Timah Cepat Terlaksana

Tim_Wow    •    Kamis, 25 November 2021 | 15:36 WIB
Ekonomi
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi  Rosman.(ist)
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.(ist)

PANGKALPINANG,ww.wowbabel.com – Rencana Presiden Joko Widodo untuk menghentikan ekspor timah dengan membangun industri hilir di dalam negeri mendapat dukungan penuh dari Bangka Belitung sebagai penghasil utama timah Indonesia. Bahkan keinginan ini untuk direalisasikan secepatnya demi pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih baik.

Hilirisasi dalam bentuk pembangun industri pertimahan memiliki dampak ekonomi yang besar bagi Bangka Belitung. Keinginan agar hilirisasi timah sudah kerap disampaikan dalam forum-forum resmi oleh Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.

“Kami hadir secara virtual mendengar langsung apa yang disampaikan Pak Presiden. Keinginan mengentikan ekspor timah dan membangun industri hilir  kita tanggapi sangat positif mengingat hal tersebut selama ini sering kita sampaikan dalam beberapa forum karena sangat penting,” ungkap Erzaldi Rosman selaku Gubernur Bangka Belitung, Kamis (25/11/2021).

Menurut Erzaldi Rosman yang baru menerima penghargaan Best Governor for Inclusive Economic Growth 2021 dari Metro TV,  timah merupakan barang strategis. Indonesia penghasil timah nomor dua  dunia dengan 95% balok timah dikirim ke luar.  Padahal kalau dimanfaatakan oleh industri di dalam negeri  akan memberikan nilai tambah bagi negara. 

“Terkhusus Provinsi Bangka Belitung sebagai penghasil  timah terbesar di Indonesia. Jadi kita sangat mendukung dan  ingin cepat terlaksana, mengingat  nilai tambah dari strategi pengembangan sektor hilir  timah ini akan lebih banyak memberikan nilai tambah dan akan membuat pertumbuhan eknomi di Babel lebih baik lagi,” ujar Erzaldi.

Oleh sebab itu, Erzaldi berharap strategi hilirisasi timah jangan sampai terlambat. Apalagi langkah  yang diambil pemerintah pusat terhadap larangan ekspor timah nantinya juga diikuti dengan kebijakan keuangan yang sangat berhubungan langsung dengan daerah penghasil seperti royalti.

“Selain royalti, keikutsertaan daerah dalam BUMN timah berupa saham. Sehingga pembagian dari hasil sumber daya alam ini betul-betul dapat langsung teralokasi di dalam dana yang akan kita pakai untuk pembangunan provinsi kita,” tukasnya.

Berbicara pada pertemuan tahunan Bank Sentral Indonesia, Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia sebagai  produsen timah terbesar kedua di dunia akan berhenti mengekspor timah pada tahun 2024.

Langkah penghentin ekspor komuditas tambang ini agar  para investor membangun industri hilir di Indoensia sehingga memiliki nilai tambah yang lebih bagi perekonomian bangsa. (*)




MEDSOS WOWBABEL