Tenda Pengungsi dan Dapur Umum Masih Disiagakan di Kulan Kampak

Dwi H Putra    •    Kamis, 25 November 2021 | 16:31 WIB
Lokal
Petugas bersiaga di tenda pengungsian dan dapur umum, guna mengantisipasi kembali terjadinya banjir di kawasan Kulan Kampak, Kota Pangkalpinang.(hen/wb)
Petugas bersiaga di tenda pengungsian dan dapur umum, guna mengantisipasi kembali terjadinya banjir di kawasan Kulan Kampak, Kota Pangkalpinang.(hen/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Tim gabungan terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung (Babel), BPBD Kota Pangkalpinang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Taruna Siaga Bencana (Tagana) serta beberapa pihak lainnya, masih bersiaga di kawasan Perumahan Kulan Kampak, Kota Pangkalpinang. 

Petugas bersiaga di tenda pengungsian dan dapur umum, guna mengantisipasi kembali terjadinya banjir di kawasan tersebut. 

Baca Juga: Banjir Kawasan Kampak, 157 Rumah dan Dua Mobil Terendam

"Tenda pengungsian dan dapur umum masih disiagakan di Kampak, dikhawatirkan dengan kondisi saat ini banjir kembali terjadi dikawasan tersebut," kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Bangka Belitung, Mikron Antariksa dikonfirmasi wowbabel.com melalui pesan whatsapp, Kamis (25/11/2021). 

"Untuk operasi sudah ditutup Kamis siang, namun tetap bersiaga takut peristiwa serupa kembali terjadi," imbuh Mikron.

Lanjut Mikron, berdasarkan data terakhir yang diterimanya banjir yang melanda kawasan Perumahan Kulan Kampak, terjadi sejak Selasa (23/11/2021) tersebut berlokasi di RT 10 dan RT 4 Kelurahan Tua Tunu, Kecamatan Gerunggang serta RT 6 dan RT 7 Kelurahan Jerambah Gantung, Kecamatan Gabek, menggenangi sebanyak 167 rumah. 

"Ada 126 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir dengan jumlah jiwa sebanyak 441 orang diantaranya laki-laki dewasa sebanyak 176 orang, perempuan dewasa sebanyak 185 orang, anak-anak sebanyak 39 orang, lansia sebanyak 13 orang dan balita sebanyak 28 orang," jelas Mikron. 

Diketahui sebelumnya, banjir setinggi satu meter yang melanda Perumahan Kulan Kampak, Kota Pangkalpinang, mulai terjadi pada Selasa (23/11/2021) malam sekitar pukul 21.00 wib, hingga Rabu (24/11/2021) pagi masih menggenang sebanyak 167 rumah yang berada di empat lokasi. 

Hal ini dikarenakan fenomena La Nina, yang sampai saat ini berdasarkan keterangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih akan terus terjadi di sejumlah daerah termasuk Babel. 

Fenomena ini juga mengakibatkan air laut pasang tinggi, sebabnya dua hari lalu gerhana bulan. 

Tidak itu saja, banjir yang melanda Perumahan Kulan Kampak terjadi disebabkan pemukiman dibangun berada diatas rawa-rawa atau dataran rendah. (dwi/wb)




MEDSOS WOWBABEL