Adinul Pastikan Kawasan Perumahan Kulan Tak Berdiri di Area Resapan Air

Hendri Dede PKP    •    Jumat, 26 November 2021 | 17:39 WIB
Lokal
Banjir yang sempat merendam ratusan rumah di kawasan Kulan Kampak beberapa waktu lalu.(hen/wb)
Banjir yang sempat merendam ratusan rumah di kawasan Kulan Kampak beberapa waktu lalu.(hen/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kota Pangkalpinang, Adinul Amal membantah area perumahan di kawasan Kulan-Kampak yang terdampak banjir beberapa waktu lalu di bangun pada area resapan air atau berada di sempadan sungai.

Adinul memastikan bahwa setiap izin pendirian perumahan yang diterbitkan oleh pihaknya telah berdasarkan aturan yang berlaku maupun tata ruang.

Adapun banjir beberapa hari lalu terjadi tiga titik lokasi di daerah Sungai Kulan, yakni Perumahan Alam Kampak, Perumahan Anjayo dan Jalan Kulan Dalam.

Atas persoalan banjir yang merendam ratusan rumah warga itu, Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil juga sempat mempertanyakan perihal kawasan tersebut lantaran dibangun perumahan.

"Secara tata ruang dia itu (kawasan-red) perumahan, makanya kami menerbitkan izin apapun berdasarkan pada tata ruang," ungkap Adinul, Jumat (26/11/2021).

"Kalau dibilang di sempadan (sungai-red) itu sudah ada plotingnya dan itu sudah lumayan tebal atau berjarak 50 ditambah 100 meter jika dihitung dari Sungai. Secara Perda yang berlaku sudah," terangnya.

Adinul memastikan kawasan perumahan yang terdampak banjir tersebut bukanlah kawasan hijau atau bukan titik rawan banjir. Menurutnya, banjir yang terjadi itu lebih disebabkan oleh anomali cuaca.

"Kalau masalah resapan dan sebagainya itu sebelumnya kita sudah diskusi juga masalah kawasan rawan banjir dan daerah situ tidak termasuk. Lebih ke anomali sih sebenarnya," katanya.

"Ketika kawasannya memang sudah wilayah perumahan kita tidak ada alasan untuk menolak, kecuali plotingan yang mereka ajukan itu kawasan hijau," lanjut dia. 

Pasca terjadi banjir yang merendam sejumlah kawasan perumahan di kawasan Kulan itu, Adinul mengaku persoalan tersebut akan menjadi evaluasi pihaknya ke depan.

"Kita akan tetap evaluasi. Yang jelas perumahan yang telah diterbitkan izinnya pasti ketat, jika terkena kawasan hijau pasti tidak akan terbit jika di sempadan," tukasnya.(hen/wb)




MEDSOS WOWBABEL