Gegara Tambang Liar dan Dugaan Pungli, Wakil Ketua DPRD Pangkalpinang Terlibat Cekcok dengan Kasatpol PP

Hendri Dede PKP    •    Minggu, 28 November 2021 | 12:05 WIB
Lokal
Penertiban tambang liar di kawasan Parit 6 dan Kolong Kepoh.(hen/wb)
Penertiban tambang liar di kawasan Parit 6 dan Kolong Kepoh.(hen/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang Rosdiansyah Rasyid melaporkan sejumlah anggota Satpol PP Pangkalpinang ke pihak kepolisian atas tuduhan dugaan pungli dan perbuatan tidak menyenangkan.

Pelaporan tersebut buntut dari pemanggilan dua oknum anggota Satpol PP yang diduga melakukan pungli terhadap aktivitas tambang ilegal, dimana akhirnya berakhir cek-cok dan nyaris ribut dengan Kasat Satpol PP Pangkalpinang.

Menurut pengakuan Rosdiansyah, pemanggilan tersebut berawal dari laporan masyarakat atau penambang liar tentang adanya oknum anggota Satpol PP yang meminta uang kepada para penambang.

Sementara, penambang ilegal yang mendatangi ruangannya untuk melaporkan kasus itu, Rosdiansyah menampik tidak mengenalnya dan bukan siapa-siapa, namun hanya sekedar memediasi. Ia juga mengklaim tak mengetahui tambang liar itu milik siapa.

"Saya tidak tahu TI milik siapa, masyarakat cuma melapor saja ke saya. Saya inikan memediasi dan bukan membela," tukasnya saat dihubungi, Minggu (28/11/2021).

Namun, setelah di dalam ruangan terjadilah cek-cok mulut dan keributan diantara Wakil Ketua DPRD dengan Kasat Satpol PP Pangkalpinang tersebut. Di dalam ruangan itu, penambang yang melaporkan juga dihadirkan.

"Saya panggil lah dua orang anak buah Efran, dan Efran. Jadi warga itu ditunjuk-tunjuk Efran, katanya jadi kalian saya lapor balik dengan suara keras. Jadi saya marah, saya tampar meja, kata saya jangan ngomong begitu, ini ruang lembaga," tegasnya.

"Tapi dia tidak senang, ditabraknya dada saya dengan dia (Efran-Kasat Satpol-PP), namun diarak anak buah saya," ujar Wakil Ketua DPRD Pangkalpinang itu. 

Namun usai cek-cok mulut itu terjadi, kata Rosdiansyah, belasan anggota Satpol PP beramai-ramai masuk ke dalam ruangannya. Sehingga suana pun kian panas dan dirinya merasa terancam pada situasi itu.

"Setelah itu rupanya ada belasan anggota Satpol PP yang naik ke ruangan mau bantu kasat, tetapi ditahan oleh ajudan saya. Kita masyarakat juga mau dikeroyok oleh anggota Satpol-PP," ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, Rosdiansyah melaporkan persoalan ini atas perbuatan tidak menyenangkan dan dalam menjaga marwah partai. Saat ini, kasus tersebut sudah dilaporkan di Polres Pangkalpinang.

"Karena saya merasa terancam atas kedatangan belasan anggota Satpol PP ke ruangan saya, dan terancam juga kehormatan saya. Seandainya tidak ada ajudan saya bisa-bisa digebuk," kata Dian. 

Lebih lanjut, Rosdiansyah berharap pihak kepolisian dapat menindaklanjuti laporan yang dilayangkan olehnya tersebut.

"Saya berharap pihak kepolisian bisa menindaklanjuti dan memprosesnya, di lidik soal pungli dan nyeruduk kantor karena harkat diri saya juga merasa terancam mereka beramai-ramai datang ke ruangan saya," pungkasnya.(hen/wb) 





MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE