Diisukan Bekingi' Tambang Liar Milik Keluarga, Wakil Ketua DPRD Pangkalpinang Berang

Hendri Dede PKP    •    Senin, 29 November 2021 | 05:25 WIB
Lokal
Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Rosdiansyah Rasyid
Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Rosdiansyah Rasyid

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Rosdiansyah Rasyid mengaku berang mendengar adanya kabar yang dihembuskan jika dirinya membekingi tambang ilegal.

"Saya sangat menyesalkan nama keluarga saya dibawa-bawa. Itu tidak benar dan menyesatkan," katanya saat dikonfirmasi, Minggu (28/11/2021) malam.

Diklarifikasi oleh Dian, sapaan akrab Wakil Ketua DPRD ini, dirinya pun membantah keras kabar miring yang belakangan dihembuskan tersebut. Pasalnya, Dian mengaku bahwa dirinya orang yang paling pertama menyuarakan persoalan penegakkan perda tambang di Pangkalpinang.

Menurutnya, kabar itu sengaja dihembuskan akibat buntut pemanggilan dua oknum anggota Satpol PP yang diduga melakukan pungli terhadap aktivitas tambang ilegal yang ditindaklanjutinya dan berujung dilaporkannya ke kepolisian.

Pemanggilan itu juga sebagai hak imunitasnya sebagai Wakil Ketua Pimpinan DPRD dalam menjalankan tugas sebagai legislator untuk meminta klarifikasi, apalagi menyangkut laporan dari masyarakat yang baginya tak dapat ditoleransi.

Soal dirinya memanggil anggota Satpol PP hanya secara lisan hingga dengan teriakkan, Dian mengaku telah mengkonfirmasi kedatangannya melalui telepon dan selanjutnya melalui ajudannya. 

Politisi Demokrat ini mengklaim bahwa wakil pimpinan legislator diperbolehkan memanggil suatu organisasi perangkat daerah dalam kepentingan masyarakat luas.

Berakhir cek-cok dan nyaris ribut dengan Kasat Satpol PP Pangkalpinang, Dian mengaku hal itu buntut suara keras dan bentakan yang bersangkutan kepada warga alias penambang serta ramainya kedatangan anggota Satpol-PP ke ruangannya.

"Dan munculnya segerombolan anggotanya ke ruangan saya. Emosi itu keluar setelah Kasat Pol PP menunjuk-nunjuk warga akan tuntut balik dan bahkan bentak nunjuk saya, dan saya melihat suasananya tidak enak lagi dilihat saat itu," ujarnya. 

"Akhirnya spontan saya tepuk meja, saya bilang jangan ribut disini. Tujuan itu untuk mengklarifikasi apakah ada pungli di malam hari oleh anggota Satpol-PP, dan tidak ada aktivitas. Itu sangat tidak wajar di rumah orang," kata Wakil Ketua DPRD Pangkalpinang itu.

Atas persoalan tersebut, Rosdiansyah pun mengambil langkah melaporkan Kasat Satpol PP dan sejumlah anggotanya ke Mapolres Pangkalpinang. Tak hanya itu, ia juga meminta Wali Kota Pangkalpinang menindaklanjuti persoalan tersebut.

"Saya meminta Pak Wali Kota memproses persoalan ini serta memberikan tindakan, dan anggota PHL dan ASN Satpol PP yang terlibat saya minta mereka diberhentikan," tegas Dian.

Merespon persoalan yang dituduhkan tersebut, Kasat Pol PP Kota Pangkalpinang Efran buka suara dan membantah adanya kalimat anggotanya menggeruduk ruangan milik Wakil Ketua DPRD tersebut dan tudingan lainnya.

"Kalimat menyeruduk itu sama sekali tidak benar. Itu kita dipanggil secara lisan dan bukan menyeruduk ruangan Pak Wakil Ketua DPRD," ujar Efran saat dikonfirmasi, Minggu (28/11/2021). 

Adapun pemanggilan hari itu, kata Efran, tidak dilakukan menggunakan surat resmi sesuai mekanismenya, namun dilakukan dari teriakan lewat pagar serta melalui ajudan Wakil Ketua DPRD. Meski akhirnya pihaknya memenuhi pemanggilan tersebut.

Kronologi persoalan dugaan pungli yang disebutkan, ujar Efran menceritakan pertanyaan Rosdiansyah, menyebut bahwa adanya dua anggota Satpol-PP mengetuk pintu rumah penambang dan meminta uang.

Namun saat itu, dikarenakan diberikan Rp 50 ribu oleh pemilik tambang lalu uang tersebut ditolak. Mendengar hal tersebut, Efran mengaku langsung menanyakan kebenarannya kepada dua anggotanya tersebut.

"Sehingga saya tanyakan apakah benar kalian mengetok rumah orang seperti yang disampaikan oleh yang kita tertibkan ini, namun tidak benar dan mereka tidak pernah meminta uang," kata dia.

Sebagai pimpinan Satpol-PP Pangkalpinang, ia menyampaikan apa yang diakui oleh keduanya. Adapun jika memang merasa tidak puas atas pengakuan kedua anggota tersebut mereka tidak meminta uang, Efran mempersilahkan melaporkan anggotanya.

Untuk soal laporan kepada pihak kepolisian Minggu (28/11/2021) kemarin, Efran mengatakan pihaknya tetap menghormati proses hukum yang berlaku.(hen/wb) 




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE