Satgas Covid-19 Berupaya Cegah Omicron Masuk Bangka Belitung

Dwi H Putra    •    Selasa, 30 November 2021 | 21:42 WIB
Lokal
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.(ist)
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.(ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Pemprov Bangka  Belitung berupaya akan melakukan berbagai hal untuk mencegah masuknya varian baru Virus Corona, Omicron. 

"Pemerintah telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 23 Tahun 2021 terkait langkah dan upaya yang harus dilaksanakan," kata Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman di Pangkalpinang, Selasa (30/11/2021). 

"Kami sudah rapat dengan pihak terkait, dan berupaya mencegah agar tidak masuk ke Babel, sekarang pemerintah ambil kebijakan pembatasan dan sebagainya, kami juga akan ikuti," ujarnya. 

Sementara itu, Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengaku kaget ketika mengetahui nama varian baru Corona Virus yang berasal dari Afrika Selatan (Afsel) identik mirip dengan namanya. 

"Omicron Varian Baru Corona ini disebut lebih dahsyat penyebarannya dibanding Varian Delta lainnya," jelas Mikron. 

"Ada rilis terbaru dari WHO, bahwa varian baru ini namanya Omicron, saya kaget karena ini mirip dan identik dengan nama saya," kelakarnya. 

Mikron melanjutkan pihaknya akan berjibaku lebih kuat dan semangat lagi untuk menghalau agar Omicron tidak masuk ke Babel, yakni dengan mengajak warga menerapkan protokol kesehatan (prokes), melakukan pengetatan di sejumlah pintu masuk dan upaya lainnya. 

"Jangan sampai masuk ke Babel, ada Pak Mikron ya Omicron," candanya. 

Satgas Penanganan Covid-19 Babel tak henti-hentinya mengajak warga untuk tidak abai ketika saat ini kasus melandai, tetap harus tetap waspada, apalagi menyikapi varian baru Corona ini. 

"Tetap semangat mengingat ini kepentingan bangsa, masyarakat harus menjaga kesehatan," pungkasnya. 

Terkait Varian Omicron ini, Satgas Penanganan Covid-19 pusat telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 23 tahun 2021 tentangProtokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Dalam edaran ini, pelaku perjalanan internasional yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dari luar negeri diizinkan memasuki Indonesia dengan tetap mengikuti protokol kesehatan ketat sebagaimana ditetapkan Pemerintah.

Pemerintah menutup sementara masuknya Warga Negara Asing (WNA), baik secara langsung maupun transit di negara asing, yang pernah tinggal dan/atau mengunjungi dalam kurun waktu 14 (empat belas) hari dari negara/wilayah yang telah mengonfirmasi adanya transmisi komunitas varian baru SARS-CoV-2 B.1.1.529: Afrika Selatan dan Botswana.

Kemudian, negara/wilayah yang secara geografis berdekatan dengan negara transmisi komunitas kasus varian baru B.1.1.529 secara signifikan seperti Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini, dan Lesotho.

Penutupan sementara masuknya WNA ke wilayah Indonesia ini baik secara langsung maupun transit di negara asing dikecualikan bagi pelaku perjalanan yang memenuhi kriteria. Tak hanya itu pemerintah juga mengatur wajib karantina bagi pelaku perjalanan internasional. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE