Tok, DPRD Basel Setujui Rancangan APBD 2022 Sebesar Rp 912 M

ADVERTORIAL    •    Selasa, 30 November 2021 | 20:27 WIB
Lokal
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Selatan menggelar Rapat Paripurna dengan agenda pengambilan keputusan terhadap Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) 2022, Selasa (30/11/2021).(ist)
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Selatan menggelar Rapat Paripurna dengan agenda pengambilan keputusan terhadap Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) 2022, Selasa (30/11/2021).(ist)

TOBOALI,www.wowbabel.com -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Selatan menggelar Rapat Paripurna dengan agenda pengambilan keputusan terhadap Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) 2022, Selasa (30/11/2021). 

Berdasarkan hasil analisis kondisi ekonomi daerah dan kajian terhadap tantangan serta prospek perekonomian yang dilakukan oleh pihak eksekutif dan legislatif secara teliti dan cermat, maka APBD Tahun 2022 dengan proyeksi untuk pendapatan adalah sebesar Rp 870.259.441.371 dan belanja diproyeksikan sebesar Rp 912.447.204.127. 

Sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Bangka Selatan, Erwin Asmadi disepakati dari Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) APBD 2022 setelah disetujui seluruh fraksi. 

"Rancangan APBD 2022 disetujui Rp 912 Miliar.Kesepakatan tersebut diberikan usai pendalaman dan penelitian akhir berdasarkan hasil pembahasan bersama  Badan Anggaran Legislatif dan Eksekutif," ujar Erwin Asmadi. 

Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid meyakini bersama-sama bahwa melalui perumusan program kegiatan dan alokasi anggaran tersebut, diharapkan Kabupaten Bangka Selatan dapat mencapai target-target makro pembangunan seperti yang telah ditetapkan dalam rencana kerja Pemkab Bangka Selatan Tahun 2022.

"Diantaranya pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 2,61 persen, nilai indeks pembangunan manusia ditargetkan 67,75. Tingkat pengangguran terbuka ditargetkan terjadi penurunan ke angka 5,0 persen dan angka kemiskinan diharapkan terjadi penurunan di angka 3,52 persen," harap Riza. 

Dijelaskan Riza, target-target makro tersebut diyakini bisa dicapai dengan fokus pada tiga prioritas pembangunan yaitu  penguatan infrastruktur strategis kewilayahan, peningkatan sumberdaya manusia, serta optimalisasi pembangunan sektor primer. 

Lanjutnya, APBD Bangka Selatan Tahun  2022 merupakan instrumen penting dalam  perencanaan pembangunan dalam menanggapi isu-isu aktual dan strategis Kabupaten Bangka Selatan di seluruh sektor pembangunan, khususnya dalam menanggapi percepatan pemulihan ekonomi akibat dampak Covid-19 dan dukungan responsif terhadap pelayanan sektor kesehatan. 

Hal ini mengingat, wabah Covid-19 masih sangat mungkin berlanjut. untuk itu perlu diambi langkah-langkah taktis dan antisipatif dengan perumusan program kegiatan dan dukungan anggaran yang responsif dan akuntabel. 

"Untuk itu saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim penyusun atau tim pembahas atas kerja keras ini, yang tentunya dengan satu tujuan bersama yaitu mewujudkan Bangka Selatan yang maju melalui optimalisasi pembangunan sektor pertanian dan perikanan serta pembangunan sumberdaya manusia  yang unggul berbasis riset dan inovasi dengan semangat gotong royong," tukasnya.(adv/*) 








MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE