Curi Mesin Perahu, Tiga DPO Diringkus Tim Kelambit Polres Bangka

Dwi H Putra    •    Rabu, 01 Desember 2021 | 15:05 WIB
Lokal
Caption:  Tim Kelambit Polres Bangka meringkus Tiga orang pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) yang berlokasi di Pangkalan Perahu Dusun Tanjung Batu, Desa Lumut Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. (dwi/wb)
Caption: Tim Kelambit Polres Bangka meringkus Tiga orang pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) yang berlokasi di Pangkalan Perahu Dusun Tanjung Batu, Desa Lumut Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. (dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Tiga orang pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) yang berlokasi di Pangkalan Perahu Dusun Tanjung Batu, Desa Lumut Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), akhirnya diringkus Tim Kelambit Polres Bangka. 

Meri Hasmegi alias Meri (40) dan Kasuma alias Suma (40) warga Jalan Dusun 3 Desa Tanjung Emas, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir Kota Palembang, Harnedi alias Nedi (40) warga Komplek Sampur Atas, Kelurahan Sinar Bulan, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang diringkus Tim Kelambit Polres Bangka lantaran mencuri di kediaman Anderi alias Aan (34) warga Dusun Tanjung Batu, Desa Lumut Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. 

Ketiganya diringkus Tim Kelambit Polres Bangka, Senin (29/11/2021) sekitar pukul 00.10 wib berawal dari informasi masyarakat terkait keberadaan Suma merupakan salah seorang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pencurian mesin tempel. 

Tim Kelambit Polres Bangka dibackup anggota Polsek Riau Silip berhasil mengamankan Suma dikontrakannya yang berada di Desa Lumut, kemudian tim langsung mengejar Meri dikontrakannya di Jalan Linggar Jati Kecamatan Taman Sari Pangkalpinang. 

"Dari sini kemudian tim menuju kontrakan Nedi di Komplek Sampur, ketiganya pun langsung dibawa ke Mapolres Bangka untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," kata Kapolres Bangka, AKBP Widi Haryawan  melalui Kasat Reskrim Polres Bangka, AKP Ayu Kusuma Ningrum SIK di Sungailiat, Rabu (1/12/2021). 

AKP Ayu melanjutkan pelaku mengambil satu unit mesin perahu tempel 25 PK warna abu-abu, yang mana masih menempel di perahu korban.

Mesin diketahui hilang oleh korban pada saat anak buahnya Supri (37) hendak berangkat bekerja dengan menggunakan perahu tempel tersebut.

"Akibat dari kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 18 juta," pungkas AKP Ayu. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE