Puluhan Unit Alat Tambang di Gudang Satpol PP Babar Mendadak Raib

Chairul Aprizal    •    Kamis, 02 Desember 2021 | 00:28 WIB
Lokal
Kondisi gudang Satpol PP Bangka Barat yang dipenuhi dengan peralatan tambang, Foto ini merupakan dokumentasi pada Tahun 2017.(ist)
Kondisi gudang Satpol PP Bangka Barat yang dipenuhi dengan peralatan tambang, Foto ini merupakan dokumentasi pada Tahun 2017.(ist)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Tumpukan barang hasil razia Satpol PP Bangka Barat seperti alat tambang yang jumlahnya puluhan, mendadak kosong di gudang penyimpanan yang berada di belakang Kantor Satpol PP Bangka Barat.

Ketika dicek gudang yang masih tertutup rantai dan gembok itu pada lubang kecil yang diintip terlihat seperti sudah banyak kosong dan hanya menyisakan beberapa pipa saja.

Sementara dokumentasi yang berhasil dihimpun awak media, pada foto yang diambil pada tahun 2017 gudang terlihat sudah hampir over kapasitas dipenuhi alat tambang yang diamankan pada saat penertiban tambang ilegal di wilayah Bangka Barat.

Kasat Pol PP Kabupaten Bangka Barat, Sidarta Gautama, gudang tersebut memang sengaja akan dikosongkan dan alat tambang itu dipindahkan ke tempat lain di sekitar belakang Kantor Satpol PP.

"Inikan gudang itu penuh dan berserak, sebenarnya dia tidak penuh cuma dia berserak tidak disusun dengan rapi. Jadi kemarin saya perintahkan supaya ditata. Ada yang dipindahin di gudang sini, jadi itu mau dibersihin Jumat ini," ungkap Sidarta dikonfirmasi, Rabu (01/12/2021), usai dicek awak media.

Nanti akan disusun ulang, gudang itu disebutkannya berisi alat tambang dari masyarakat yang bandel sehingga alatnya diamankan dan disimpan di gudang tersebut.

"Tidak tahu (jumlahnya-red) sebab alat itu sudah lama sejak sebelum saya jadi kasat pun sudah terisi gudang itu, tidak pernah dicatat pula (jumlahnya-red)," imbuhnya. 

Sidarta menyebutkan tumpukan alat-alat tambang itu ukurannya besar sehingga jika berserakan terlihat tidak terurus serta semakin kelihatan penuh isi gudangnya.

"Cuma kalau tidak ditata nengoknya pun semrawut kan, sebagian besar alat tambang. Ya kan kita bingung sebab itukan kondisinya tercatat pun tidak. Karena gini itu sebetulnya hanya kalau kita tahan orangnya datang nanti dia kita suruh bikin surat pernyataan tidak mengulangi lagi tambang di situ," jelas Sidarta.

"Nah ini istilahnya yang tidak datang datang, tidak terdata karena kan memang bukan untuk kita simpan hanya untuk memancing saja supaya orangnya datang, dibikin surat pernyataan di atas materai tapi tidak datang-datang," sambungnya.

Sidarta menyatakan semua alat tambang yang memenuhi gudang itu bukanlah merupakan barang bukti penyitaan karena untuk menyita harus dengan surat, berita acara, dan tanda tangan.

"Bukan BB sitaan itu harusnya diambil lagi sama yang punya. Karena posisi di kita itukan hanya memberikan edukasi," ujarnya. 

Sidarta menuturkan barang tersebut masih hak milik masyarakat tersebut sehingga hanya perlu datang ke Satpol PP dengan menyatakan diri tidak mengulangi lagi secara tertulis dan setelah itu dapat dikembalikan lagi.

Sementara informasi yang dihimpun bahwa total mesin TI dari tahun 2017-2021 sebanyak 27 unit, mesin merek Robin dari tahun 2017-2021 sebanyak 32 unit, dan mesin pompa tanah dari tahun 2017-2021 sebanyak 9 buah.

Satpol PP tidak dapat menunjukkan kondisi gudang yang saat ini sedang terkunci itu karena kunci dipegang oleh salah satu petugas yang sedang tidak berada di kantor.(rul/wb) 






MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE