Harga Sembako Melonjak, DPRD Kota Pangkalpinang Dorong Operasi Pasar

Hendri Dede PKP    •    Sabtu, 04 Desember 2021 | 19:29 WIB
Lokal
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com --  Kenaikan harga sembako kian dirasakan oleh masyarakat akhir-akhir ini. Tak hanya itu, kenaikan harga sembako juga dikhawatirkan akan terjadi saat mendekati momentum Natal dan tahun baru.

Laporan kenaikan harga sembako ini juga diterima oleh DPRD Kota Pangkalpinang. Hal itu diungkapkan Wakil ketua komisi II DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady.

"Kami di DPRD kota Pangkalpinang mendapatkan banyak laporan dari masyarakat terhadap kenaikan minyak goreng yang lebih tinggi dari harga pasaran biasa," katanya, Jumat (3/12/2021)

"Informasi ini sudah kami dapatkan lebih dari satu bulan yang lalu, di mana masyarakat mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng, yang tentu saja bisa mengganggu harga bahan pokok lainnya," ungkap Rio.

Rio menyebutkan kenaikan harga sembako ini juga dikhawatirkan saat menghadapi momentum Natal dan tahun baru. Menurutnya tentu saja sangat rawan makan kenaikan harga pasaran bahan pokok. 

"Informasi yang kami dapatkan kenaikan harga minyak goreng ini dikarenakan mengikuti harga pasar yang memang relatif lebih tinggi, tentu saja keluhan masyarakat ini dapat kita maklumi, dikarenakan ekonomi kita yang baru akan bangkit kembali, namun dihadapkan dengan kenaikan salah satu bahan pokok yaitu minyak goreng," ujarnya.

Untuk itu, DPRD Kota Pangkalpinang meminta dinas perdagangan setempat dapat melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap kenaikan harga sembako kini di pasaran.

"Apakah menggelar operasi pasar, atau mengumpulkan para distributor bahan pokok dan memastikan kebutuhan makan minyak goreng dan bahan pokok dan memastikan kebutuhan makan minyak goreng dan bahan pokok lainnya dapat terjamin menghadapi Natal dan tahun baru ini," katanya.

Kata Rio, untuk komoditas minyak goreng menurutnya bisa dilakukan kesepakatan kepada para distributor untuk tidak mengambil untung pada komoditas minyak goreng. Hal itu dikarenakan harganya komoditas tersebut memang sudah terlanjur tinggi.

"Ini tentu akan menjadi salah satu upaya pemerintah kota membantu menstabilkan harga di pasaran khususnya di kota Pangkalpinang," imbuhnya.

"Kami juga berharap dinas perdagangan mengantisipasi kemungkinan ada komoditas lain yang juga berpeluang mengalami kenaikan harga, seperti cabai rawit, yang hari ini kami dapat informasi juga mengalami kelangkaan, maka supaya tidak ada mau Jakan harga dan sulitnya mencari komoditas," pungkasnya. (hdd/wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL