Pengerukan dan Pembangunan Talud Sungai Kurau Habiskan Rp 300 Miliar

Dwi H Putra    •    Sabtu, 04 Desember 2021 | 19:04 WIB
Lokal
Caption: Ketua Komisi 3 DPRD Babel, Efredi Effendi usai memimpin pertemuan di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Babel, Kamis (2/12/2021). (dwi/wb)
Caption: Ketua Komisi 3 DPRD Babel, Efredi Effendi usai memimpin pertemuan di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Babel, Kamis (2/12/2021). (dwi/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan pertemuan dengan organisasi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel dan satuan kerja dari Kabupaten Bangka Tengah (Bateng). 

"Pertemuan ini terkait dengar pendapat dari organisasi dan satuan kerja dari Bateng, perihal kegiatan pengerukan sungai dan pembangunan talud di perairan Desa Kurau, Bateng," kata Ketua Komisi 3 DPRD Babel, Efredi Effendi usai memimpin pertemuan di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Babel, Kamis (2/12/2021). 

Menurutnya, hal ini sangat penting dilakukan mengingat dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pengerukan dan pembangunan talud sudah dikucurkan dari pusat sebesar Rp 300 miliar lebih melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Babel. 

Sehingga sangat disayangkan jika pada tahun 2022 ini tidak dapat terlaksana, sebab BBWS Babel tidak bisa melaksanakan kegiatan pengerukan dan pembangunan apabila warga masyarakat yang terdampak pembangunan belum direlokasi, maka dana tersebut akan dikembalikan ke pusat. 

"Namun, sekarang ini terkendala pembebasan lahan dan rekolasi pemukiman masyarakat," ujarnya. 

"Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bateng sudah menyiapkan lahan relokasi, sedangkan pembangunannya dari Pemprov Babel, tapi di tahun 2022 ini ternyata tidak dianggarkan oleh Pemprov Babel untuk pembangunan rumah ini," jelas Efredi. 

Ditambahkannya kedepan akan dilakukan pertemuan lanjutan antara Pemprov Babel dan Pemkab Bateng serta DPRD Babel, supaya ada kelanjutan dan kejelasan terkait realisasi pembangunan rumah bagi warga yang terdampak kegiatan tersebut. 

"Nanti kami minta Ketua DPRD, Gubernur dan Bupati Bateng serta instansi terkait dapat duduk bersama, supaya ada tindak lanjutnya supaya pengerukan dan pembangunan talud ini dapat terealisasi," pungkasnya. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE