Delapan Pengerit BBM Diamankan Polsek Taman Sari di Dua Lokasi Berbeda

Firman    •    Selasa, 14 Desember 2021 | 16:04 WIB
Lokal
Caption: Para pengerit BBM yang ditangkap  Polsek Taman Sari Kota Pangkapinang, Senin (13/12/2021). (IST)
Caption: Para pengerit BBM yang ditangkap Polsek Taman Sari Kota Pangkapinang, Senin (13/12/2021). (IST)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Delapan orang diduga sindikat pengerit dan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Pangkalpinang, berhasil diamankan Polsek Taman Sari Kota Pangkapinang, Senin (13/12/2021).

Kedelapan orang tersebut, yakni AQ alias Buding (22) warga Desa Paya Benua, Ma (34) warga Labuh Air Pandan, Bu (30) warga Desa Kemuja, Sa (30) dan An (16) keduanya merupakan warga Desa Cengkong Abang, Kabupaten Bangka, En (40) dan Su (42) keduanya merupakan warga Desa Keretak serta Ma  (52) warga Desa Lampur, Kabupaten Bangka Tengah.

Kapolsek Taman Sari, Kompol Robby Nurdianto mengatakan, kedelapan orang tersebut dibekuk polisi di dua tempat yang berbeda saat tengah menuangkan BBM jenis pertalite ke jeriken.

"Mereka (delapan orang ini-red) diamankan di dua tempat berbeda, pertama sekira pukul 12.00 WIB, kita mengamankan tujuh orang pengerit yang menggunakan motor Suzuki Thunder di Jalan Usman Ambon Kelurahan Kejaksaan Kecamatan Taman Sari," kata Kompol Robby Nurdianto, Selasa (14/12/2021).

Menurutnya, salah satu pengerit lainnya diamankan di SPBU Opas Indah di jalan RE Martadinata, dengan menggunakan mobil pick up hitam yang terbukti melakukan penimbunan BBM di dalam tangki mobil miliknya dengan kapasitas tangki modip pick up sebanyak 120 Liter.

"Mereka ini menurut informasi dari masyarakat, para pengerit ini melakukan antrian berulang-ulang, yang mana BBM untuk dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi dari HET di SPBU," ungkapnya.

Kapolsek juga menyampaikan, barang bukti yang berhasil diamankan dari pengerit yang menggunakan mobil pick up warna hitam,  28 jeriken ukuran 20 liter yang terdiri dari 9 jeriken berisi pertalite dan 19 jeriken kosong.

Lanjut Robby, setelah mendata dan mengamankan barang bukti berikut para tersangka yang diduga melakukan penimbunan BBM, pihaknya melakukan koordinasi dengan Sat Reskrim Polres Pangkalpinang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Jadi saat ini yang diduga tersangka dan barang bukti telah di serah terimakan ke Unit Tipiter Sat Reskrim Polres Pangkalpinang, guna proses lebih lanjut," ujarnya.

"Kita mengimbau bagi masyarakat agar tidak mengerit dan tidak menimbun BBM, karena dapat menyebabkan kelangkaan BBM yang pada akhirnya dapat menganggu berputarnya roda ekonomi, karena keterbatasan BBM untuk transportasi dan operasional," kata Kompol Roby Nurdianto. (fn/wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL