Harga Bahan Pokok Naik, Disperindag dan UMKM Kota Pangkalpinang Lapor Satgas Pangan

Firman    •    Rabu, 29 Desember 2021 | 16:40 WIB
Lokal
Caption: Pedadang cabai di Pasar Pembangunan Kota Pangkalpinang. (fn/wb)
Caption: Pedadang cabai di Pasar Pembangunan Kota Pangkalpinang. (fn/wb)

PANGKAPINANG, www.wowbabel.com -- Jelang berakhirnya pergatian tahun 2021, sejumlah komoditas bahan pokok di Provinsi Bangka Belitung mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Bahkan kenaikan harga komoditas bahan pokok terjadi hampir di semua wilayah yang ada di Provinsi Babel khususnya di Kota Pangkapinang.

Kenaikan bahak pokok itu terjadi berapa Minggu belakangan, seperti minyak goreng, telur ayam, daging ayam, dan cabai rawit.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Pangkalpinang, Donal Tampubolon mengungkapkan, memang beberapa bahan pokok mengalami kenaikan.

"Kenaikan harga bahan pokok ini dikarenakan permintaan yang banyak menjelang Natal dan Tahun Baru dan diperparah lagi dengan kondisi cuaca akhir-akhir ini," kata Donal Tampubolon, Rabu (29/12/2021).

Diakuinya, untuk harga telur broiler di sejumlah pasar di Pangkalpinang saat ini berada di kisaran harga 25 ribu perkilogram, sedangkan telur ayam kampung 60 ribu perkilogram.

"Kalau ditingkat distributor memang sudah naik untuk harga telur, dan telur naik itu sekitar satu bulan terakhir ini," ujarnya.

Dirinya menyebutkan, kenaikan telur ayam tersebut, akibat pasokan ke daerah terhambat .

"Memang ada kenaikan sedikit karena pasokan yang terhambat selain dari lokal, pasokan telur juga datang dari luar Bangka Belitung," ujarnya.

Selain itu kata Donal, untuk harga cabai memang seluruh Indonesia mengalami kenaikan disebakan cuaca yang saat ini lagi musim penghujan.

"Harga cabai memang agak mahal, karena produksi cabai di musim hujan juga tidak bagus, dan cabai lokal juga tidak bisa mengkover kebutuhan masyarakat hingga menyebabkan harga mahal," ungkapnya.

Sementara itu, daging ayam disampaikan Donal pihaknya baru mengetahui bahwa harga daging ayam mencapai 45 ribu perkilogram.

"Biasanya harga ayam naik dikarenakan ditingkat distributor juga telah naik, belum lagi kebanyakan para pedagang di Pangkalpinang tak membeli langsung dari distributor melainkan dari broker," ujarnya.

Selain itu, harga daging ayam  befluktuasi dan kemarin harga ayam ini sekitar Rp 40 ribu perkilogram.

"Karena pedagang ini juga tidak bisa beli di distributor, karena distributor mau uang cash dan pedagang tidak sanggup jadi memakai jasa broker," katanya.

Donal menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera melaporkan masalah ini ke Satuan Tugas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Jadi kita akan melaporkan ini dengan Satgas Pangan terkait kenaikan sejumlah bahan pokok ini," ucap Donal. (fn/wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL