Jokowi Makin Semangat Stop Timah

Tim_Wow    •    Senin, 03 Januari 2022 | 18:42 WIB
Nasional
Caption: Presiden Joko Widodo dalam acara Peresmian Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 yang digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, (3/1/2022). (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden) 
Caption: Presiden Joko Widodo dalam acara Peresmian Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 yang digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, (3/1/2022). (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden) 

JAKARTA, www.wowbabel.xom -- Presiden Joko Widodo makin bersemangat mempersiapkan hilirisasi mineral dan batu bara dengan menghentikan ekspor raw material. Setelah nikel dan batubara, Jokowi membidik tembaga, bauksit, dan timah untuk dihentikan  ekspor dalam bentuk mentah.

"Saya kira keberanian menyetop itu hasilnya kelihatan. Oleh sebab itu, kita akan lanjutkan dengan stop bauksit, stop tembaga, stop timah, dan yang lain-lainnya. Hilirisasi menjadi kunci dari kenaikan ekspor kita," kata Presiden Jokowi  pada acara Peresmian Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 yang digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, (3/1/2022).

Langkah menghentikan ekspor nikel tahun 2021 telah berdampak pada nilai ekspor komoditas minerba Indonesia mencapai US$21 miliar turut berkontribusi terhadap neraca perdagangan luar negeri. Oleh sebab itu dibutuhkan keberanian Indonesia untuk menghentikan ekspor komoditas mentah mineral lainnya.

"Ekspor kita kenapa naik setinggi itu, salah satunya karena kita hentikan ekspor raw material, ekspor bahan mentah dari minerba kita yaitu nikel yang saya lihat biasanya hanya 1 sampai 2 miliar (dolar AS), kemarin akhir tahun sudah hampir mencapai USD21 miliar, USD20,8 miliar. Saya kira keberanian menyetop itu hasilnya kelihatan," ujarnya.

Presiden  Jokowi menilai bahwa pemulihan ekonomi Indonesia cukup kuat yang bisa dilihat dari sejumlah angka indikator perekonomian. Neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus USD34,4 miliar, dan selalu surplus selama 19 bulan. Angka ekspor secara tahun ke tahun atau year on year juga naik 49,7 persen. Impor bahan baku dan bahan penolong juga naik 52,6 persen. 

Presiden Jokowi juga  optimistis bahwa berbagai tantangan di tahun 2022 bisa dilewati dengan baik melalui semangat kerja keras bersama semua pihak. Tantangan-tantangan seperti adanya varian Omicron, kenaikan inflasi, tapering off, hingga kelangkaan energi di sejumlah negara disinyalir bisa mengganggu aktivitas ekspor Indonesia di tahun 2022.

"Saya kira tantangan-tantangan itulah yang akan kita hadapi dan saya meyakini dengan semangat kerja keras kita bersama tantangan-tantangan itu akan bisa kita lalui dengan baik," ujarnya. (wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL