Mantan Sekretaris DPRD Babel Membantah Diperiksa Kejati Terkait Dugaan SPPD Fiktif

Tim_Wow    •    Senin, 03 Januari 2022 | 19:06 WIB
Nasional
Kasi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Bangka Belitung, Basuki Raharjo.(fn/wb)
Kasi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Bangka Belitung, Basuki Raharjo.(fn/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Mantan Sekretaris DPRD Provinsi Bangka Belitung Sf, membantah jika dirinya datang ke Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung lantaran menjalani pemeriksaan kasus dugaan Surat Perintah Perjalanan Dinas yang diduga fiktif. 

Bahkan Sf mengaku kepada sejumlah wartawan, dirinya ke Kajati Babel hanya mengambil berkas PT Polumas.

"Gak, saya (ke sini-red) disuruh mengambil berkas PT Polumas," kata Sf, Senin (3/1/2022) di halaman Kejati Bangka Belitung

Saat disinggung dirinya datang ke Kejati Bangka Belitung untuk memenuhi pemanggilan penyidik terkait dugaan SPPD fiktif 2017, ia kembali mengelak pertanyaan wartawan.

"Ngak, saya ke sini cuma mengambil berkas hasil PTUN Polumas, dan bukan diperiksa, belum diperiksa," ujarnya.

Sementara itu Kasi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Bangka Belitung, Basuki Raharjo mengungkapkan, bahwa pihaknya saat ini sedang mendalami adanya dugaan SPPD fiktif DPRD Babel tahun 2017.

"Benar, informasinya dari Kasidik, Sf diundang untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan SPPD fiktif," kata Basuki.

Diungkapkan Basuki, terkait Sf yang mengelak kalau dirinya diminta keterangan oleh penyidik.

"Ya, kalau Sf mengelak itu hak dia lah," ujar Basuki. 

Bahkan Basuki menyebutkan, ada 14 orang yang dimintai keterangan oleh penyidik termasuk Sf.

"Iya ada 14 orang yang diundang, siapa-siapa saja yang datang, saya juga kurang tahu. Informasi awalnya, pemeriksaan SPPD fiktif ini berjalan empat tahun, dimulai tahun 2017. Untuk nominalnya saya belum tahu," ungkap Basuki Raharjo.(fn/wb) 




BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL