Ropian Geram dan Ungkapkan Keterangan Saksi Dua Dokter Tak Benar

Chairul Aprizal    •    Selasa, 04 Januari 2022 | 23:07 WIB
Lokal
Sidang kasus dugaan pemalsuan surat keterangam rapid tes di PN Bangka Barat.(rul/wb)
Sidang kasus dugaan pemalsuan surat keterangam rapid tes di PN Bangka Barat.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Terdakwa Ropian Jauhari mengutarakan kekecewaannya terhadap keterangan yang disampaikan oleh kedua rekannya, dokter saat memberikan keterangan di meja hijau, Selasa (04/01/2021).

Kedua Terdakwa oknum PNS Bangka Barat Heru Purwanto dan Ropian Jauhari ini sempat menyatakan bahwa keterangan yang  disampaikan oleh dr Ade Vindha dan dr Wijaya Kusuma Maheru itu tidak benar.

Di akhir-akhir persidangan pimpinan hakim mempersilakan terdakwa untuk menyampaikan keberatannya terhadap ketujuh saksi yang sudah memberikan keterangan.

Ropian langsung mengatakan keberatan terhadap dua orang saksi dr Ade Vindha dan dr Wijaya Kusuma Maheru yang menurutnya sudah tahu perbuatannya.

Awalnya kedua dokter ini saat ditanyai di persidangan mengaku tidak tahu menahu terhadap rencana Ropian memuat surat rapid tes palsu itu dan menyebutkan tidak ada bekerjasama.

"Ade bilang tidak pernah memberikan foto ke saya, saya keberatan, dia meminta saya membuatkan rapid untuk perjalanan dia," ungkap Ropian agak geram.

Teman satu ruangannya itu dr Ade langsung membantah kembali bahwa dirinya pernah minta dibuatkan juga surat rapid tes palsu itu.

Kemudian dr Wijaya juga disebutkan oleh Ropian mengetahui dirinya bermaksud meminjam laptop milik Wijaya untuk mengedit dan memalsukan surat rapid tes itu.

"Wijaya bilang tidak mengetahui, pada dasarnya dia mengetahui digunakan untuk mengedit padahal sesungguhnya dia tahu, " ujarnya.

Dengan reaksi yang sama dengan Ade, Wijaya jelaskan dirinya tidak tahu tujuan Ropian meminjam laptopnya untuk mengedit, baginya hal yang lumrah ketika ada rekan satu ruangan meminjam laptopnya yang dipikirnya untuk keperluan kerja.(rul/wb) 




BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL