Sirene Ramadan

Jurnalis_Warga    •    Senin, 10 Januari 2022 | 10:57 WIB
Opini
ilustrasi.(net)
ilustrasi.(net)


Penulis : Laskar Ramadhan (Masyarakat Cinta Bangka Belitung)


Ide ini  bermula saat membawa kontingen Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke  Jayapura, Papua pada bulan November Tahun 2017. Saat itu saya melihat banyak tiang-tiang yang sudah dipersiapkan di pinggir jalan, saya heran sekaligus takjub dan bertanya kepada sopir yang membawa kami jalan-jalan menikmati malam kota jayapura, “ tiang apa ini pak” dan pak sopir menjelaskan kepada kami “ oh, ini tiang lampu jadi selama bulan Desember Kota Jayapura akan terang benderang beginilah cara masyarakat papua menyambut Natal”. Mendengar penjelasan tersebut saya teringat  provinsiku,  Kepulauan Bangka Belitung, dalam hati ku berpikir “ mengapa Bangka Belitung tidak bisa seperti Papua, kita kan punya tradisi yang bisa dijadikan ikon seperti Papua yang sangat memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat muslim Bangka Belitung” 

Waktu kecil pada kisaran tahun 80 sampai dengan 90-an pada saat Bulan Ramadan, saya selalu mendengar bunyi sirene atau alarm atau siung bahasa lokal Bangka, ada juga menyebutnya suling. Sirene atau alarm adalah milik PT Timah Tbk. Pada awalnya sirene atau alarm ini hanya dipergunakan  PT Timah Tbk untuk memberikan tanda mulainya , Istirahat dan pulang para karyawannya. Seiring berjalannya waktu sirene atau alarm tersebut ternyata membantu masyarakat khususnya umat muslim di Bangka Belitung , seperti  Kota Pangkalpinang, Sungailiat,  Mentok, Toboali, Belinyu,Tanjungpan dan Manggar.

Sirene atau alarm PT Timah Tbk saat menyambut Ramadan akan dibunyikan oleh petugasnya setelah Salat Ashar sehari sebelum Ramadan karena pada masa itu belum ada sidang isbath untuk penentuan 1 Ramadaan maupun 1 Syawal. Setelah itu petugas membunyikan sirene tersebut  sebelum Salat Isya untuk memberikan tanda mengajak umat muslim telah dimulainya  Salat Tarawih , dan kemudian sirene itu dibunyikan pada 02.30 WIB untuk membangunkan ibu-ibu rumah tangga menyiapkan sahur kepada seluruh keluarga.

Selanjutnya sirene akan dibunyikan saat imsyak sebelum Salat Subuh tanda untuk menghentikan aktifitas makan-minum dan siap menjalankan ibadah puasa  pada hari itu dan yang paling membahagiakan seluruh umat muslim saat sirene saat Magrib tanda waktunya berbuka puasa. 

Dan pada hari kedua sampai hari ke 29 Ramadan sirene itu akan dibunyikan hanya pada saat 02.30 WIB untuk membangunkan ibu rumah tangga, 04.30 WIB saat imsyak dan waktu magrib saat berbuka puasa. Dan terakhir pada hari 30 Ramadan setelah Salat Ashar  sirene dibunyikan tanda hari terakhir Ramadan. Anak-anak akan berkumpul di masjid membunyikan beduk titir menyambut Idul Fitri  dan terakhir waktu magrib sirene kembali dibunyikan sebagai tanda berbuka puasa terakhir selanjutnya pada saat sebelum Salat Isya, sirene  itu dibunyikan kembali tanda telah berakhirnya bulan Ramadan.



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL