17 Warga Kota Pangkalpinang Terserang DBD

Firman    •    Rabu, 12 Januari 2022 | 22:13 WIB
Lokal
Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Pangkalpinang, dr Masagus M Hakim.(dok)
Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Pangkalpinang, dr Masagus M Hakim.(dok)

PANGKAPINANG, www.wowbabel.com-- Dinas Kesehatan Pemerintah Kota (Pemkot)  Pangkapinang, mencatat ada 23 kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Pangkapinang, sejak 3 Januari hingga saat ini.

"Memang sekarang ini lagi ada peningkatan Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak 3 Januari 2022 sampai sekarang ini ada sekitar 23 kasus, dan yang sudah dipastikan DBD ada 17, dan sisanya terkena demam biasa yang diduga DBD," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Pangkalpinang, dr Masagus M Hakim, Rabu (12/1/2022).

Hakim mengungkapkan, Dinas Kesehatan Kota Pangkapinang, sudah melakukan pelacakan atau tracking di daerah warga yang  terserang DBD tersebut.

"Kita dari Dinas Kesehatan, sudah melakukan pelacakan, karena dalam hal ini ada SOPnya, kalau memang ada masyarakat yang terduga DBD, kita akan langsung melakukan pelacakan," tutur Hakim.

Selain itu dijelaskannya, pelacakan yang dilakukan oleh Dinkes Pemerintah Kota Pangkapinang, dengan langsung turun ke lapangan, dan melihat jentik-jentik nyamuk di rumah para tetangga pasien yang terserang DBD. 

"Karena indikator terkena DBD ini, adalah jentik-jintik nyamuk yang ada, dan itu sudah kita lakukan, kalau itu masuk dalam kriteria akan langsung dilakukan fogging. Di sebagian tempat sudah kita fogging, tapi ada juga sebagian belum dilakukan fogging," tutur Hakim.

Hakim menambahkan, dalam mengantisipasi itu pihaknya akan kembali mengaktifkan Tim Siaga DBD Dinkes Kota Pangkapinang.

"Jadi mengantisipasi itu, kita akan kembali mengaktifkan Tim Siaga DBD, dan akan kita turun kan tim itu dengan melakukan peningkatan dan penyuluhan 3M kepada masyarakat," ucapnya.

Menurutnya, DBD ini, yang utama adalah pencegahan lantaran untuk pengobatan sudah masuk para proses tindak lanjut.

"Kalau cuma di fogging hari itu nyamuknya bisa mati, namun habis di semprot dengan fogging besoknya lagi jentik-jintik nyamuk itu akan hidup lagi. Jadi yang utama untuk mengatasi ini, kita akan lakukan pencegahan dengan 3M, namun fogging juga akan tetap dilakukan," tukas dr Masagus M Hakim.(fn/wb)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE