Massa Bakar Pos dan Minta PT MSP Angkat Kaki dari Desa Penyak

Herdian wow    •    Rabu, 12 Januari 2022 | 09:06 WIB
Lokal
Aksi masyarakat Desa Penyak di Kecamatan Koba di pos perusahaan milik PT MSP.(ist)
Aksi masyarakat Desa Penyak di Kecamatan Koba di pos perusahaan milik PT MSP.(ist)

KOBA, www.wowbabel.com - Kesabaran masyarakat Desa Penyak yang menggantungkan hidupnya dari menambang pasir timah meledak, dimana aksi spontan mereka berujung pada pembakaran pos perusahaan milik PT MSP, Selasa (11/01/2022).

Kepala Desa Penyak, Sapawi, mengungkapkan aksi spontan masyarakat dipicu adanya kedatangan anggota Brimob dan penambahan anggota keamanan yang dilakukan PT MSP sehingga masyarakat menjadi panik dan geram.

"Sebenarnya yang menjadi pemantiknya adalah adanya personil keamanan yang diduga Brimob dan bertambahnya jumlah mereka yang didatangkan dari Mapur dan Kemingking," ujar Sapawi, Rabu (12/1/2022) pagi.

"Ditambah lagi sudah berulangkali masyarakat mengajukan permohonan untuk memperhatikan kesejahteraan mereka kepada PT MSP namun tidak pernah ditanggapi dan selalu jawabannya masih menunggu dari pusat," lanjutnya.

Ia menambahkan aksi spontan tersebut terjadi dan sampai masyarakat setempat menuntut agar PT MSP angkat kaki dari desanya, karena dinilai kurang memberikan kontribusi terhadap desa.

"Sebelumnya masyarakat pernah melakukan aksi demonstrasi spontan juga dan mereka minta PT MSP menaikkan pembelian harga timah ditambah masalah akses jalan, masalah retribusi, dan lainnya cuma aksi spontan sebelumnya tidak ada pembakaran kalau yang kemarin terjadi karena memang masyarakat sudah geram," ungkapnya

Sapawi mengungkapkan, jika pada hari Rabu (12/01/2022) siang  akan ada audiensi antara pihak terkait. 

"Memang betul rencananya hari ini akan ada audiensi, yang diundang tokoh masyarakat, tokoh agama, kolektor, dan pihak perusahaan. Undangan ini dilakukan oleh kepolisian," imbuhnya

Sementara, Kapolres Bangka Tengah, AKBP M Risya Mustario SIK SH MH menyatakan pihaknya masih melakukan penyidikan atas peristiwa ini.

"Memang betul, ada kejadian tersebut dan kita masih dalam proses penyidikan dan semuanya biarkan tim penyidik bekerja," tandasnya.(her/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE