Bursa Indonesia Sempat Pimpin Rekor Harga Timah Tertinggi

Tim_Wow    •    Kamis, 13 Januari 2022 | 09:24 WIB
Ekonomi
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com – Harga timah di Pasar Komoditas Kuala Lumpur Tin Market (KLTM) Malaysia mencatat harga tertinggi dalam sejarah transaksi timah batangan. Harga timah di KLTM pada Rabu (12/1/2022) ditutup US$40.400 per ton.

Pada hari yang sama, bursa komoditas London Metal Exchange (LME) mencatat  harga timah menciptakan rekor harga tertinggi sepanjang masa. Transaksi harga timah pada siang hari menembus US$41.450 per ton sebelum ditutup turun menjadi US$41.380 perton sekaligus sebagai harga  tertinggi di seluruh bursa dunia yang mentransaksikan timah batangan.

Rekor tertinggi harga timah di pasar komoditas berjangka dunia lebih dulu ditoreh oleh PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) atau Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX)  pada Nopember 2021.  

Harga timah di ICDX mencetak rekor harga tertinggi yakni US$41.000 per ton  pada akhir November 2021, di atas harga timah London Metal Exchange (LME) dengan catatan US$40.000 per ton pada 24 Nopember 2021. Sedangkan harga spot timah tertinggi di LME mencapai US$41.200 per ton tahun 2021.

Berita larangan ekspor timah Indonesia membuat harga timah berjangka untuk kontrak tiga bulan melampaui US$40.000/ton untuk pertama kalinya, mencapai rekor tertinggi di LME.

Komisaris Utama ICDX Said Aqil Siradj mengungkapkan, pada tahun 2020 saat pandemi Covid-19 pertama kali melanda dunia, harga timah di ICDX  cukup stabil. Sedangkan, pada tahun 2021, ICDX mencatat kenaikan harga timah signifikan dan menembus level tertinggi.

“Harga timah di ICDX berhasil menembus level US$ 41.000 per metrik ton yang sekaligus merupakan rekor harga timah tertinggi secara global bahkan melampaui harga timah di bursa LME (London Metal Exchange),” kata Said Aqil dalam pembukaan perdagangan berjangka komoditi ICDX 2022 secara daring awal Januari 2022.

Tren harga timah di pasar komoditas dunia terus naik. Logam timah yang paling banyak digunakan untuk solder barang elektronik dan industri fotovoltaik dalam dua hari ini terus berada di level harga tertinggi baik di pasar London maupun Shanghai.

Pada penutupan pasar di London Metal Exchange (LME), sejak Selasa (11/1/2022) timah kontrak  tiga bulan naik menjadi US$40.400 per metrik ton  sehari kemudian berada di US$41.380 per ton. Inilah rekor harga timah tertinggi dipasar komoditas tertua di dunia itu.

Sedangkan di pasar logm dasar Shanghai Futures Exchange  (SHFE) harga timah Rabu (11/1/2022) melonjak 4,38% di 310.520 yuan per ton sebagai rekor harga tertinggi sepanjang transaksi timah di Shanghai.

Tidak saja bursa BKDI, bursa komoditas lainnya di Indonesia Jakarta Futures Exchange (JFX) atau Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) yang tahun 2019 baru mentraksasikan logam timah dengan rekor harga tertinggi US$40.200 per metrik ton pada transaski 23 Nopember 2021 dan membukukan volume transaksi mendekati 8 juta lot.

Direktur Utama BBJ/JFX Stephanus Paulus Lumintang beberapa waktu lalu, mengatakan kenaikan harga di pasar fisik timah murni batangan menunjukkan melonjaknya permintaan pasar, khususnya ekspor. Harga yang terjadi di BBJ ini adalah harga pasar yang terbentuk atas dasar permintaan dan penawaran secara murni.

 "Terciptanya harga tertinggi ini merupakan angin segar bagi ekosistem pasar fisik timah murni batangan di BBJ. Selain itu, pergerakan ekonomi global yang mulai tumbuh, tentunya juga memberikan stimulus terhadap terjadinya kenaikan transaksi ini,” kata dia dalam keterangan tertulisnya tahun lalu.

Pasar fisik timah murni batangan yang diperdagangkan di BBJ merupakan perdagangan timah produksi PT Timah Tbk dan khusus untuk kegiatan ekspor. Sampai kuartal III tahun 2021 lalu, transaksi pasar fisik timah murni batangan di BBJ mencapai 672 lot dalam 30.108 metrik ton, dengan total nilai transaksi US$ 892,2 juta, atau lebih Rp 12,6 triliun. (*)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE