Kasus Tipikor BRI: Notaris Gemara Dituntut Lima Tahun Penjara dan Denda Rp 250 Juta

Herdian wow    •    Kamis, 13 Januari 2022 | 13:37 WIB
Lokal
Kepala Kejari Bangka Tengah, Syamsuardi SH MH.(ist)
Kepala Kejari Bangka Tengah, Syamsuardi SH MH.(ist)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com --  Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Pangkalpinang menggelar sidang lanjutan kasus dugaan korupsi BRI Cabang Pembantu Depati Amir pada Kamis (13/1/2022).

Agenda sidang kali ini adalah pembacaan tuntutan oleh JPU Kejari Bangka Tengah terhadap terdakwa yakni oknum notaris Gemara Handawuri. 

Kepala Kejari Bangka Tengah, Syamsuardi SH MH mengatakan pihaknya telah membacakan tuntutan pidana terhadap Gemara dengan amar sebagai berikut, menyatakan terdakwa Gemara Handawuri terbukti bersalah turut serta melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut sebagaima diatur dalam Pasal 2 Ayat (1) JO Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi JO Pasal 55 AYAT (1) JO Pasal 64 Ayat (1) KUHP. 

JPU juga menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Gemara Handawuri dengan pidana penjara selama 5 (Lima) Tahun dan 6 (Enam) Bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan. 

“Menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 250.000.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Juta) subsider 6 (Enam) Bulan kurungan,” imbuh  Syamsuardi. 

JPU juga membebani terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp. 493.362.000,- (Empat Ratus Sembilan Puluh Tiga Juta Tiga Ratus Enam Puluh Dua Ribu Rupiah) dan jika tidak membayar uang pengganti paling lambat 1 (satu) bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang cukup untuk membayar uang pengganti maka dipidana penjara selama 2 (Dua) Tahun 6 (Enam) Bulan. Membebani terdakwa membayar biaya perkara sebesar RP. 25.000,- (Dua Puluh Lima Ribu Rupiah). 

"Sidang akan dilanjutkan kembali pada Hari Selasa (18/1/2022) dengan agenda pembelaan dari terdakwa atau penasihat hukum terdakwa," ungkap Syamsuardi.(her/wb)




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE