Pembaharuan Izin Ekspor Indonesia Ikut Dorong Harga Timah Dunia Catat Rekor

Tim_Wow    •    Jumat, 14 Januari 2022 | 11:52 WIB
Ekonomi
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Pasar logam industri bergerak lebih tinggi lagi dalam dua hari terakhir bulan Januari 2022. Harga timah mencatat rekor baru tertinggi sepanjang masa. 

Kontrak timah tiga bulan di London sempat menembus US$41.710 per metrik ton. Tren kenaikan harga logam diantaranya pengurangan produksi dan persediaan yang menyusut pada awal tahun.

Kondisi ini menghidupkan kembali kekhawatiran tentang pasokan global dari beberapa blok bangunan utama ekonomi dan transisi energi hijau. Logam dari aluminium, timah hingga seng melonjak pada 2021 setelah pandemi menghantam produksi di tambang dan peleburan, menimbulkan kekacauan di jaringan logistik global, dan memicu lonjakan permintaan. 

Baik  tembaga dan timah, tingkat persediaan London Metal Exchange  dalam tekanan yang mendorong harga spot ke rekor  tertinggi dalam perdagangan. 

"Harga timah LME telah melonjak dalam beberapa hari terakhir, didorong oleh melemahnya dolar AS dan menguatnya pasar China," kata James Willoughby analis Asosiasi Timah Internasional (ITA) dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/1/2022).

Menurut asosiasi ini, di Cina, untuk kontrak timah sampai akhir Januari harga bergerak lebih tinggi karena pasar berjuang untuk menutupi kebutuhan stok mereka. 

"Impor konsentrat timah yang melemah dari Myanmar pada bulan Desember dan perkiraan produksi yang rendah pada bulan Januari juga membantu mendorong harga SHFE ke rekor baru," ujarnya.

Demikian pula kondisi produsen timah lainnya, yakni Indonesia, para eksportir timah sedang menunggu pembaruan izin ekspor untuk tahun 2022 , biasanya output yang lebih rendah di bulan Januari, dan sebagian besar pedagang tidak peduli dengan situasi tersebut," tambah James. 

Dari beberapa laporan lembaga riset pasar komoditas logam menyebutkan, produsen timah terbesar di dunia, Cina, sebagian besar mulai menghentikan produksinya karena pemeliharaan dan jelang olimpiade musim dingin serta imlek bulan Februari. 

Produksi timah yang berhenti, akan mengurangi pasokan di pasar dan mendorong harga timah. China adalah produsen timah olahan terbesar terbesar di dunia dengan produksi 202.900 ton pada 2020.  

Sedangkan Indonesia masih berada di posisi kedua dengan perkiraan ekspor timah batangan mencapai 74.000 ton pada tahun 2021. Beberapa eksportir timah Indonesia pada Januari masih terkendala izin ekspor dari pemerintah karena harus diperbaharui. Akibatnya barang yang diproduksi tahun 2021 masih tersimpan di gudang. (wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE